Laporkan Masalah

Pola Pemberian Antibiotika pada Anak dengan Pneumonia

AYUCAHYA CANTYA S, dr. Dwi Kisworo Setyowireni, Sp.A(K); dr. Amalia Setyati, Sp.A(K)

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Pneumonia adalah penyebab utama kematian anak di seluruh dunia. Terapi utama pneumonia adalah antibiotika. Antibiotika merupakan obat yang paling banyak disalahgunakan dan dapat berdampak pada efektifitas pengobatan, keamanan pasien, resistensi mikroba, dan biaya pengobatan. Tujuan: Mengetahui pola pemberian antibiotika pada pasien rawat inap pneumonia di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada pasien pneumonia anak yang dirawat inap di RSUP Dr. Sardjito dari Januari 2009 - Desember 2012. Data diambil dari rekam medik secara retrospektif. Hasil: Antibiotika pertama yang paling banyak dipakai pada pneumonia tanpa diagnosis penyerta adalah ampisilin (30,77%) dan ampisilin-kloramfenikol (29,49%). Pada pneumonia dengan penyakit non infeksi adalah ampisilin-kloramfenikol (28,38%) dan ampisilin (17,57). Pada pneumonia dengan infeksi adalah ampisilin-kloramfenikol (40,54%) dan ampisilin (10,81%). Pada pneumonia dengan penyakit non infeksi dan infeksi adalah ampisilin-kloramfenikol (30,23%) dan ampisilin-gentamisin (17,05%). Pada pneumonia dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah ampisilin-kloramfenikol (31,33%) dan ampisilin-gentamisin (13,25%). Antibiotika pengganti terbanyak adalah golongan sefalosporin. Kesesuaian jenis antibiotika dengan pedoman pelayanan kesehatan anak di rumah sakit oleh Tim Adaptasi & WHO (2009) adalah 83,33%. Simpulan: Jenis antibiotika yang paling sering diberikan adalah ampisilin, ampisilin-kloramfenikol, dan ampisilin-gentamisin. Antibiotika pengganti paling banyak adalah golongan sefalosporin. Pilihan antibiotika yang diberikan belum mencapai standar ketepatan jenis antibiotika.

Background: Pneumonia is the leading cause of child deaths worldwide. The primary therapy for pneumonia is antibiotics. Misuse of antibiotics can affect the effectiveness of treatment, patient safety, microbial resistance, and cost of treatment. Objective: To determine the pattern of antibiotics for children with pneumonia hospitalized in RSUP Dr. Sardjito Methods: Cross-sectional study was carried out retrospectively to all patients under 18 years old who were hospitalized with pneumonia in Dr. Sardjito General Hospital during Januari 2009 to December 2012. Results: Most widely used antibiotics on first administration for pneumonia without comorbidity were ampicillin (30.77%) and ampicillin-chloramphenicol (29.49%). For pneumonia with non infectious diseases were ampicillin-chloramphenicol (28.38%) and ampicillin (17.57). For pneumonia with infection were ampicillin-chloramphenicol (40.54%) and ampicillin (10.81%). For pneumonia with both non infectious diseases and infections were ampicillin-chloramphenicol (30.23%) and ampicillin-gentamicin (17.05%). For pneumonia with Congenital Heart Disease (CHD) were ampicillin-chloramphenicol (31.33%) and ampicillin-gentamicin (13.25%). Most common replacement was cephalosporins. Antibiotics adherence to the guidelines for management of children health in hospitals adapted from WHO (2009) was 83.33%. Conclusion: The most frequent antibiotics used on first administration were ampicillin, ampicillin-chloramphenicol and ampicillin-gentamicin. Most common replacement was cephalosporins. Adherence of antibiotic choice has not reached the standard of utilization.

Kata Kunci : Pneumonia, anak, rawat inap, antibiotika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.