POLA PERKEMBANGAN LAYANAN TRANSPORTASI PERDESAAN STUDI KASUS WILAYAH DATAR DAN BERBUKIT
DEWANTI, IR.,MS., Prof.Ir.Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.
2015 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKANPermasalahan transportasi di wilayah perdesaan lebih banyak disebabkan oleh terbatasnya infrastruktur dan layanan transportasi yang mengakibatkan kemiskinan. Transportasi memiliki peran penting dalam pembangunan wilayah yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai fasilitas dan layanan umum yang diperlukan sehingga dapat meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Perkembangan wilayah perdesaan menunjukkan adanya perubahan fokus pembangunan yang semula bertumpu pada bidang pertanian, saat ini bidang non-pertanian juga menjadi andalan pembangunan. Perubahan ini tentu berdampak pada layanan transportasi yang diperlukan, sehingga memunculkan pertanyaan bagaimanakah perkembangan layanan transportasi perdesaan di negara berkembang yang selama ini belum pernah diteliti. Berawal dari pertanyaan penelitian utama tersebut, tujuan penelitian dikembangkan untuk mengidentifikasi perkembangan layanan transportasi perdesaan dan memperbarui teori hubungan antara perkembangan layanan transportasi dengan pembangunan perdesaan. Pengertian pola perkembangan layanan transportasi perdesaan merupakan perubahan penggunaan berbagai moda transportasi di perdesaan fokus pada jenis layanan, jenis kendaraan serta skala layanan. Strategi penelitian Studi Kasus sebagai bagian dari pendekatan penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil dua kasus di wilayah perdesaan datar (Kecamatan Jogonalan) dan berbukit (Kecamatan Kemalang) di Kabupaten Klaten. Sebanyak 56 informan diwawancari secara mendalam dan 20 di antaranya di observasi langsung dengan metode observasi partisipan untuk mendapatkan data perilaku perjalanan, persepsi terhadap layanan transportasi dan berbagai permasalahan transportasi yang dihadapi. Analisis perilaku perjalanan dan identifikasi faktor digunakan untuk mengkaji pola perkembangan layanan transportasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada masing-masing kasus. Sedangkan analisis lintas kasus digunakan untuk mengkaji kedua kasus untuk mengembangkan teori hubungan antara perkembangan layanan transportasi dengan pembangunan perdesaan. Dari kedua kasus dengan wilayah perdesaan yang berbeda topografinya, menunjukkan terjadinya perkembangan layanan transportasi dalam tiga tahap, bermula dari transportasi pribadi dengan kendaraan tidak bermotor menjadi transportasi umum bermotor dan terakhir berkembang menjadi transportasi pribadi dengan menggunakan sepeda motor. Saat ini sepeda motor telah menjadi kendaraan dominan di perdesaan. Perkembangan transportasi tidak hanya meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas, tetapi juga memberikan fleksibilitas dan ketersediaan layanan transportasi lebih baik, meski diikuti dengan penurunan kualitas lingkungan. Hasil penelitian ini memunculkan layanan transportasi baru, yaitu transportasi sosial yang menjadi layanan alternatif, memiliki ciri layanan saling menolong dan ‘gotong-royong’. Perkembangan layanan transportasi memberikan pengaruh positif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat serta meningkatkan kemampuan mengatasi kendalan alam (topografi berbukit dan bahaya bencana erupsi gunung berapi). Penelitian ini telah membangun teori perkembangan layanan transportasi perdesaan di negara berkembang dan memperbaharui teori hubungan antara perkembangan layanan transportasi dengan pembangunan perdesaan.
The majority of rural transport problem sources are transport infrastructure and transport service that impact on rural poverty. Transportation has a significant role in regional development enabling people access various public facilities and services in order to promote their social-economic performance. Rural development indicates focus shifting of developmen from agricultural sector to non-agricultural one. This alteration definitely impacts on transport service demanded, so it raises question on how is rural transport service development in developing countries which has not been researched yet. Initiated by that main question, the research objectives are formulated to identify development pattern of rural transport service and renew theory of relationship between rural transport service and rural development. Development pattern of rural transport service has a meaning of usage change of various means of rural transport in terms of service type, vehicle type and service scale. Research strategy of Case Study as a part of qualitative research method is adopted in this research by selecting two cases of flat rural area (Jogonalan District) and hilly one (Kemalang District) in Klaten Regency. A number of 56 informants were in-depth interviewed and 20 of them were direct observed by participant observation method to obtain travel behaviour data, perception on transport services and several transport problems. Analysis of travel behaviour and factor identification is taken to review development pattern of transport services and factors affected in each case. In addition, cross case analysis is carried out to analyse those two cases for developing theory of relationship between transport service development and rural development. Two cases of different topography rural areas indicate three stages of transport service development which start from private transport of non-motorized vehicle and then become motorized public transport and finally develope to be private transport of motor cycle. Currently, the main means of rural transport is motor cycle. This transport service development does not only increase rural mobility and accessibility, but also present better flexibility and availability of transport service, even there is environment quality degradation. Research result also emerges a new transport service that is social transport as an alternative service, characterized by the nature of mutual assistance and working togetherness. Transport service development gives positive effects on people’s social economic condition and enhances people capability in overcoming natural obstacles (hilly topography and disaster of volcano eruption). This research developes theory of rural transport service development in developing country and renews theory of relationship between transport service and rural development.
Kata Kunci : -