Prevalensi Inkontinensi Urin pada Kehamilan dan Hubungannya dengan Indeks Masa Tubuh Ibu Hamil di Kota Ternate
ADI ARIFFIANTO, dr. Edi Patmini Setya Siswanti, SpOG; Drs. Abdul Wahab, MPH
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Inkontinensi urin merupakan masalah medis, psikologis, dan hygiene bagi penderitanya karena ketidakmampuan mengontrol keluarnya urin. Wanita hamil akan mengalami peningkatan berat badan dan paling mungkin mengalami inkontinensi urin. Dampak medis, psikososial, dan ekonomi terlihat nyata pada mereka yang menderita inkontinensi urin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi ibu hamil dengan inkontinensi urin dan hubungannya dengan indeks masa tubuh ibu hamil di Kota Ternate. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain studi potong lintang. Variabel bebas adalah inkontinensi urin. Variabel terikat adalah indeks masa tubuh ibu hamil. Subjek penelitian adalah ibu hamil yang berkunjung di puskesmas terpilih di Kota Ternate. Teknik pemilihan sampel menggunakan probability sampling yaitu metode cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung dan pemeriksaan fisik. Selanjutnya analisis deskriptif pada data penelitian dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukkan prevalensi inkontinensi urin pada ibu hamil di Kota Ternate sebesar 29,1% dengan inkontinensi urgensi (37,9%) dan campuran (37,9%) yang paling sering dijumpai dari pada inkontinensi stress (24,2%). Ada hubungan antara inkontinensi urin dengan indeks masa tubuh ibu hamil, yaitu terjadi sebanyak 2,167 (1,008 - 4,656) kali pada ibu hamil dengan obesitas dibandingkan yang IMT ideal dan bermakna secara statistic (p=0,045). Usia kehamilan bukan merupakan factor perancu hubungan indeks masa tubuh terhadap terjadinya inkontinensi urin. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis inkontinensi yang paling sering ditemui adalah urgensi dan campuran. Terdapat hubungan yang signifikan antara inkontinensi urin dengan indeks masa tubuh ibu hamil terutama pada obesitas (p<=0,05).
Background: Urinary incontinence is a medical problem, psychological, and hygiene for the sufferer because of the inability to control the release of urine. Pregnant women will experience an increase in weight and the most likely to experience urinary incontinence. The impact of medical, psychosocial, and economic evident in those who suffer from urinary incontinence. Objective: This study aimed to determine the prevalence of pregnant women with urinary incontinence and its relationship with maternal body mass index in Ternate. Methods: This study is an observational study using a cross-sectional study design. The independent variables were urinary incontinence. The dependent variable is the body mass index of pregnant women. Subjects were pregnant women who visit the selected health centers in the city of Ternate. Sample selection techniques use probability sampling that is cluster random sampling method. Data were gathered through interviews and direct physical examinations. Further descriptive analysis of the research conducted on data using SPSS. Results: The analysis showed the total prevalence of urinary incontinence in pregnant women in the city of Ternate is 29.1%. Urgency (37,9%) and mixtures incontinence (37.9%) were more frequently than the stress incontinence (24.2%) . There is a relationship between urinary incontinence with maternal body mass index, which is happening as much as 2.167 (1.008 to 4.656) times in pregnant women with obesity than those who had an ideal body mass index and statistically significant (p = 0.045). The gestational age is not a confounding factor in this relationship. Conclusion: This study shows that urgency and mixture incontinence are the most common type of urinary incontinence in the pregnant women in Ternate. There is a significant correlation between urinary incontinence with a body mass index of pregnant women, especially in obese (p<=0,05).
Kata Kunci : Inkontinensi urin, indeks massa tubuh, usia kehamilan / Urinary incontinence, body mass index, gestational age