Laporkan Masalah

EVALUASI PROGRAM PEMELIHARAAN JALAN NASIONAL BERDASARKAN PARAMETER SDI, IRI, LEBAR JALAN dan V/C RATIO: Studi Kasus : Ruas Jalan Nasional di Provinsi Sumatera Utara

ANDRIYANI INDAH S, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T.

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Dalam mengakomodir kebutuhan infrastruktur jalan dalam melayani mobilisasi barang dan jasa pada jalan nasional Provinsi Sumatera Utara, lebih dari 50% (lima puluh persen) strategi dan prioritas pendanaan pemeliharan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga dialihkan untuk perbaikan jalan (Renstra DJBM, 2010). Provinsi Sumatera Utara memiliki jalan nasional dengan total panjang 2.249,64 Km, namun kondisi existing jalan di Provinsi Sumatera Utara belum sepenuhnya optimal, proporsi kondisi jalan berkategori baik dan sedang masih mengalami penurunan signifikan pertahunnya ditambah dengan lebar perkerasan jalan yang masih didominasi kelas jalan kecil (kurang dari 7m). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan prioritas penanganan sebagai alternatif solusi lain serta mengevaluasi efektivitas program pemeliharaan jalan Bina Marga yang telah berjalan tahun 2012 hingga 2014. Metode analisis pada penelitian menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satsifaction Index) modifikasi. Metode IPA modifikasi digunakan untuk mengukur jenis penanganan berdasarkan data kondisi existing ruas jalan di Provinsi Sumatera Utara, pengukuran tingkat penanganan jalan dilakukan dengan pemetaan data kondisi existing kedalam teori kuadran berdasarkan parameter kerusakan jalan (nilai SDI dan IRI), dan kondisi pelayanan lalulintas (lebar perkerasan jalan dan V/C ratio), sedangkan untuk mengukur tingkat kebutuhan (skala prioritas) penanganan masing-masing ruas digunakan metode CSI, hasil output jenis penangananan dari metode IPA dan CSI modifikasi selanjutnya dibandingkan dengan realisasi program Bina Marga dari tahun 2012 hingga 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 150 ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Utara terdapat 55 ruas yang menjadi prioritas utama untuk di tangani pada tahun 2012, 66 ruas tahun 2013, dan 50 ruas tahun 2014. Output jenis penanganan yang dihasilkan dari analisis sedikit berbeda dengan Bina Marga yaitu pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan struktur, pelebaran karena kurangnya kapasitas jalan, pelebaran untuk memenuhi standard minimal jalan nasional (7m), dan manajemen lalulintas dengan pembatasan lalulintas (V/C ratio antara 0,7-0,84). Evaluasi perbandingan kesesuaian (efektivitas) jenis penanganan Bina Marga dan hasil analisis dari tahun ke tahun meningkat (tidak signifikan), pada tahun 2012 terdapat 47,3% (71 ruas dari total ruas) program Bina Marga efektif dengan hasil analisis, sedangkan 36,67% (55 ruas dari total ruas) kurang efektif dengan hasil analisis dan 15,3% lainnya (23 ruas dari total ruas) tidak efektif, untuk tahun 2013 didapat 55,3% (83 ruas dari total ruas) program Bina Marga efektif dengan hasil analisis, 28% (42 ruas dari total ruas) kurang efektif dengan hasil analisis dan 16,67% lainnya (25 ruas dari total ruas) tidak efektif, dan tahun 2014 didapat 56,67% (85 ruas dari total ruas) program Bina Marga efektif dengan hasil analisis, sedangkan 38,67% (58 ruas dari total ruas) kurang efektif dengan hasil analisis dan 4,67% lainnya (7 ruas dari total ruas) tidak efektif dengan hasil analisis. Kata kunci: Program Pemeliharaan jalan , IPA dan CSI modifikasi, Efektivitas.

Order to accommodate needs of road infrastructure serving to the mobilization of goods and services on national road in North Sumatera, more 50% (fifty percent) of strategy and road maintenance funding priorities in the Ministry of Public Works Directorate General of Highways allocated to road improvements (DGH Strategic Plan, 2010) . North Sumatera province has national roads with a total length of 2249.64 km, but the existing condition roads in the province of North Sumatra has not been fully optimized, proportion road conditions which good categorized significantly decreased annually and width of the pavement which is dominated by a small road class (less from 7m). The purpose this research is to determine type of and priority maintenance roads of preservation programs as an alternative solution as well as to known the effectiveness evaluate of Directorate General of Highways maintenance program which has been running in 2012 until 2014. Analysis method this research are using IPA (Importance Performance Analysis) and CSI (Customer Satisfaction Index) modification. IPA modification method is used to measure type of maintenance based on data condition of national roads existing in North Sumatra. Measuring level of the road maintenance program did by mapping data into quadrant theory based on decay pavement (SDI value and IRI), and conditions of service traffic (width of carriageway and V/C ratio). Measuring level of need (priority) maintenance roads programs is used CSI method. Furthermore, Output of the Type preservation of two methods as compared to program preservation of DGH from 2012 until 2014. This analysis result showed that from 150 national roads in North Sumatra there are 55 links of road that are high priorities to be handled in 2012, 66 links of road in 2013, and 50 links of road in 2014. The output type of treatment from the analysis result is slightly different with the Highways by routine maintenance, periodic maintenance, reconstruction, widening of roads, a conditionally widening in order to reached the minimum standards of national roads (7 meters), and management traffic (V/ C ratio of between 0.7 to 0.84). The comparative evaluation effectiveness of type preservation programs of DGH and analytical results tended to increase (not significant) year-byyear, in 2012 there were 47,3% (71 link) preservation program of DGH effective with the analysis result, while 36.67 % (55 link) is less effective with the analysis result and 15.3% other (23 link) are not effective, for the year 2013 obtained 55.3% (83 link) preservation program of DGH effective with the analysis result, 28% (42 link) is less effective with the analysis result and the other 16.67% (25 link) is not effective, and in 2014 acquired 56.67% (85 link) Highways effective program with the analysis result, while 38.67% (58 link) is less effective with the analysis result and the other 4.67% (7 link) is not effective with the analysis result. Keywords: road maintenance program, IPA and CSI modification, Effectiveness.

Kata Kunci : Program Pemeliharaan jalan , IPA dan CSI modifikasi, Efektivitas; road maintenance program, IPA and CSI modification, Effectiveness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.