Laporkan Masalah

Model pengembangan kualitas sumber daya manusia anggota DPRD Kabupaten Sorong

FATIE, Ambrosius, Dr. Riswanda Imawan

2002 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik-UGM--

Perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan di daerah dalam wujud otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 telah menempatkan DPRD selaku pemegang sentral kekuasaan politik memainkan peran penting dan strategis menentukan tata Pemerintahan Daerah maupun penentu perumusan kebijakan daerah yang merupakan manivestasi dari tugasnya mengemban kedaulatan rakyat. Peranan dan fungsi strategis ini dapat terlaksana dengan baik tentunya memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) DPRD yang berkualitas dan profesional. SDM Anggota DPRD yang berkualitas secara ideal harus memiliki dasar pendidikan akademiki yang memadai, pengalaman politik yang cukup ditunjang dengan mental dan morali pribadi yang baik. Di samping itu, penilaian kinerja kualitas SDM Anggota DPRD mengacu pada kualitas kerjanya sebagai wakil rakyat, dalam fungsi legislatif, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, pemilihan Kepala Daerah, dan akuntabilitas publiknya terutama kemampuan sebagai wakil rakyat dalam menilai dan menyikapi pertanggungjawaban kerja Kepala Daerah. Sedangkan variabel yang drgunakan untuk menjelaskan pengembangan kualitas SDM Anggota DPRD meliputi struktur organisasi dan tata kerja, kepemimpinan, kultur organisasi, anggaran dan fasilitas, pengaruh partai politik, dan kekuasaan pemerintah. Daiam peneiitian, ingin mencapai dua tujuan pokok yaitu: pedama, merumuskan model alternatif pengembangan kualitas SDM Anggota DPRD Kabupaten Sorong, kedua, mengetahui faktor-faktor penjelas yang mempengaruhi pengembangan kualitas SDM Anggota DPRD Kabupaten Sorong. Hasil penelitiannya diketahui, bahwa sesungguhnya Anggota DPRD Kabupaten Sorong sudah bekerja maksimal mengemban tugas dan tanggung jawab namun kinerjanya dinilai masih jauh dari harapan. Rendahnya kinerja DPRD disebabkan oleh tidak meratanya kemampuan akademik atau pengetahuan, skill serta pengalaman dan moralitas Anggota DPRD. Faktor-faktor lain yang secara signifi kan berpengaruh terhadap pengembangan kualitas SDM Anggota DPRD Kabupaten Sorong yaitu stuktur organisasi dan tata kerja yang kurang efektrf, kemampuan pimpinan DPRD yang minim, kultur demokrasi yang belum berkembang dengan baik, terbatasnya keuangan dan fasilitas, pengaruh kepentingan partai/golongan serta dominannya intervensi kekuasaan pemerintah. Oleh karena itu, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas kerja DPRD maka SDM Anggota DPRD harus dikembangkan kualitasnya. Dari seting permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, dan memahami pula keberadaan dan masa kerja DPRD maka dapat dirumuskan model alternatif pengembangan kualitas SDM Anggota DPRD Kabupaten Sorong yaitu model assessment centeL Pilihan asesment center dipandang sebagai model yang tepat digunakan untuk menilai kemampuan Anggota DPRD sebelum dipercayakan memangku jabatan di lembaga legislatif.

The constitution Number 22/1999 on Regional Autonomy has changed government‘s paradigm to run the administration. The Regional Parliament (DPRD) as the major council of political power plays very important role and strategically decide the way the executive runs and formulate regional policy as a representative of people sovereignty. This important and strategic role could be empowered as human resources in DPRD perform quality and professionalism of works. The human resources in DPRD qualify an adequate academic record, supporting political experience and good manner and moral. Besides, the evaluation of quality performance of DPRD members might refer to working quality as having been the people of representatives, legislative function, budgeting function and controlling function, the electing team of Regional Leader, and its public accountability for evaluating and deciding the progress reports of the Regional Leaders. Meanwhile, the variables measuring the developing quality of DPRD members include organization structure and job description, leadership, organization culture, budget and facility, influence of political party, and government power. The inquiry aims at two purposes, firstly, formulating alternative model of development human resources quality in DPRD of Sorong Regency; secondly, finding out explainable factors of developing human resources quality in DPRD of Sorong Regency. The research shows that the DPRD members of Sorong Regency worked of optimum as fulfilled their assignments and responsibility, but the performance was regarded far from ideals. Inadequate academic capability or knowledge, skill and experience and moral of the members influenced low performance of the DPRD. Other factors significantly influencing the developing quality of DPRD of Sorong Regency were minimum capacity of DPRD Leader, undeveloped better democratic culture, limited finance and facility, the influence of party or group, and dominant intervention of Government power. In relation to this problem, a number of strategies should address to increase the DPRD working quality and therefore the quality of DPRD members should be developed in quality. Based on the problem as found in the investigation, and considering the existence and working limit of DPRD, assessment center model could be formulated to cope with the problems. The alternative of assessment center model was considered properly to examine the DPRD members capacity before they are assigned to work in legislative honors. --

Kata Kunci : Sumberdaya Manusia, Pengembangan Kualitas, DPRD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.