penentuan total organic carbon (TOC) dengan metode DlogR dan multivariate regression pada brown shale pematang, blok malacca strait, cekungan sumatera tengah
NADYA TRIANA MAIZAR, Dr. Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIBlok Malacca Strait banyak sumur yang dalam keadaan plug and abandon, sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang pada sumur-sumur tersebut, salah satunya adalah evaluasi kandungan Total Organic Carbon (TOC) dengan menggunakan data wireline log. Dari evaluasi ini maka dapat diketahui potensi dari batuan induk berdasarkan nilai TOC. Penelitian dilakukan pada delapan sumur di Blok Malacca Strait, Cekungan Sumatera Tengah dan perhitungan dilakukan pada Brown Shale Pematang. Penentuan nilai TOC dilakukan dengan dua metode, yaitu metode DlogR dan multivariate regression, dimana dengan metode DlogR menunjukkan hasil yang tidak cukup akurat pada kondisi batuan induk yang belum matang dan kehadiran washout pada lubang bor, sedangkan pada metode multivariate regression lebih representatif untuk sumur-sumur yang memiliki data TOC cutting. Dari kedelapan sumur yang ada, NTM-1 menunjukkan hasil yang paling baik dengan menggunakan metode DlogR, sedangkan untuk multivariate regression NTM-1 dan MZ-1 yang memberikan hasil paling baik diantara sumur yang lainnya. Maka dari hasil perhitungan didapatkan nilai kandungan TOC rata-rata pada Brown Shale Pematang adalah berkisar antara 0.23 %wt sampai dengan 3.37 %wt (potensi rendah sampai dengan berpotensi baik).
Many oil wells, especially in Malacca Strait Block, are in plug and abandon condition and need to be re-evaluated. One of the evaluation processes that can be done is TOC contents evaluation by using wireline log data. From this evaluation, the potential of the source rock can be elucidated, based on the Total Organic Carbon (TOC) values. This research is conducted on eight (8) wells, located in Malacca Strait Block, Central Sumatera Basin, while the calculation is conducted on Pematang Brown Shale. The determination of TOC values is conducted using two methods consists of DlogR method and multivariate regression. DlogR method shows inaccurate results in immature source rock condition and the presence of washout on bore well, whereas multivariate regression method is more representative for wells which have TOC cutting data. From all the wells, NTM-1 shows a better result by using DlogR method, whereas by using multivariate regression NTM-1 and MZ-1 gives the best results among the other wells. Then, from the results of the calculation shows the average values of TOC contents on Pematang Brown Shale are ranging from 0.23 %wt to 3.37 %wt (low to good potential).
Kata Kunci : Brown Shale Pematang, Total Organic Carbon, DlogR, Multivariate regression