Laporkan Masalah

EKONOMI DAN PERTANIAN DI DESA BATURAN PADA TAHUN 1972- 2000AN

NOVERISITA IRIANI W, Drs. Machhmoed Effendhie, M. Hum

2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Pertanian yang sempat menjadi sasaran utama pembangunan oleh pemerintah Orde Baru. Peningkatan produksi demi keberlangsungan penyuplaian produksi pertanian terutama padi ke daerah konsumsi terutama perkotaan yang menyerap banyak penduduk dari luar daerah. Program BIMAS dilancarkan hingga pedesaan yang menjadi sentra produksi pertanian. Metode penelitian yang diambil adalah dengan mempelajari dan memverifikasi sumber lisan yaitu petani desa, arsip tentang desa Baturan dan sumber sekunder yang didapat dari perpustakaan. Ditemukan bahwa melalui program BIMAS. Petani dapat lebih mengerti bagaimana bertani dengan memakai peralatan modern dan cara-cara yang lebih efektif. Pemakaian teknologi informasi mendukung untuk memperoleh info lebih cepat terhadap perkembangan mengenai pertanian. Didukung oleh pembangunan desa yang mempermudah akses ke desa melalui masuknya listrik dan perbaikan jalan. Kemakmuran yang menjadi janji seiring dengan kenaikan produksi padi ternyata tidak terjadi. Kenaikan produksi tidak diimbangi dengan harga dasar yang pantas sehingga membuat petani merugi. Kebijakan pemerintah yang justru tidak melindungi produk dalam negeri dengan membuka kran impor beras, menambah kesulitan petani untuk menawar harga. Petani menjadi tidak bergairah menanam padi dan beralih ke tanaman lain yang lebih menguntungkan seperti sayur dan cabai. Pertanian sudah bukan lagi penopang perekonomian desa.

Agriculture which was the main target of development by the New Order government. Increased production for the continuation of supplies of agricultural production, especially rice to urban areas, especially the consumption of absorbing many people from outside the area. BIMAS program be launched to rural agricultural production centers. The research method taken is to study and verify the oral sources that village farmers, archives of the Baturan village and secondary sources were obtained from the library. It was found that through the program Bimas. Farmers can better understand how to farm by using modern equipment and methods are more effective. The use of information technology support to obtain more information on the development of agriculture. Powered by rural development that facilitate access to the village through the introduction of electricity and road repairs. Prosperity that was promised along with the increase in rice production did not occur. The increase in production is not matched with an appropriate base price that makes farmers lose. Government policy that does not protect domestic products by opening the faucet import rice, add to the difficulties farmers to bargain for the price. Farmers are deterred from growing rice and move on to other, more profitable crops such as vegetables and chili. Agriculture is no longer sustaining rural economy.

Kata Kunci : village, BIMAS, agriculture, farmers, workers

  1. S1-2015-257200-title.pdf