Analisis alternatif kebijakan peningkatan produktivitas usaha perikanan masyarakat nelayan di Provinsi Maluku
SIALANA, Dachjar Maruf Akasyah, Dr. Warsito Utomo
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikPropinsi Maluku dengan luas wilayah 712.479,69 Km2, yang terdiri dari 658.294,69 Km2 lautan dan 54.185 Km2 atau hanya 7,6 O/O daratan, menjadikan taut memiliki sejumlah potensi sumber daya tambang maupun hayati. Ikan sebagai salah satu dari beragam sumber daya hayati yang tersedia di perairan Maluku, memiliki potensi lestari sebesar 1.628.270 ton/tahun, dimana pada tahun 1999 produksi perikanan hanya baru mencapai 344.046,2 ton/tahun atau lebih kurang 21,l %, sedangkan kontribusi usaha peri kanan khususnya oleh para nelayan tredisional (kecil) terhadap total produksi ikan tersebut hanya sekitar 30 %. Rendahnya kontribusi tersebut tidak terlepas dari rendahnya produ ktivitas usaha peri kanan para nelayan tradisional (kecil) yang ada di wilayah Maluku, sehingga disatu pihak menjadikan kehidupan nelayan masih sangat memprihatinkan sedangkan dipihak lain menjadikan beban bagi pemerintah daerah didalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyara katan. Renda hnya produ ktivitas usa ha peri kanan tersebut juga sangat terkait dengan berbagai langkah kebijakan yang selama ini dikeluarkan oleh pemerintah yang bersifat sentralisti k dan tida k berpi ha k. Sehubungan dengan itu penelitian dengan pendekatan Study Kasus dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara yang kemudian dicek kebenarannya melalui teknik tringulasi, analisis dengan menggunakan methode deskriptif kualitatif, evaluasi alternatif kebijakan dengan menggunaan teknik franklin methode dan teknik equivalent alterntif methode, yang selanjutnya dapat diketahui solusi terbaik berupa langkah kebijakan bagi upaya peningkatan produktivitas usaha perikanan para nelayan tradisional. Hasil penelitian menunjukan untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan para nelayan kecil di Maluku, diperlukan langkah-langkah kebijakan yang sating terkait dan mendukung satu dengan yang lainnya berupa : (13 penguasaan teknologi penangkapan dan pengolahan ikan oleh para nelayan kecil dimana ha1 tersebut dapat dilakukan melalui upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pelatiahan dan penyuluhan, menyediakan tenaga penyuluh lapangan serta meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat nelayan, (2) meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi nelayan yang dapat dilakukan melalui upaya pening katan sarana dan prasarana penunjang usaha perikanan, memudahkan akses pasar dan permodalan serta menyedia kan insentif harga dari pemerintah kepada nelayan kecil, dan (3) meningkatkan dukungan pemerintah baik berupa politik maupun finansial bagi seluruh kegiatan usaha perikanan para nelayan kecil di daerah Maluku yang dapat dilakukan melalui penyediaan alokasi anggaran yang disediakan untuk nelayan kecil, menyediakan berbagai aturan yang berpihak kepada para nelayan kecil serta meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah tentang permasalahan usaha perikanan yang sementara dihadapi oleh para nelayan kecil di Maluku
Maluku Province with 712,479.69 Km2 width, consisting of 658.294.69 Km2 sea and 54,185 Km2 width or just 7.6 O/O Km2 land, makes the sea having some either mining or natural resources. Fishes as one of the various kinds of natural resources available in Maluku sea, have sustainable potency as 1,628,270 ton/year, where in 1999 the fishery production could reach just 344,046.2 ton/year or less than 21.1 %, while the contribution from that fishery business especially by the traditional (small) fishermen to the total fish production was just 30 O/O. The low contribution was not unrelated with the low productivity in fishery business by the traditional (small) fishermen existing around Maluku, so on the one hand, it made their life very miserable, but on the other hand, it made burden for the local government in the activities, the development and social education. The low productivity of fishery business was also very correlated with many steps of policy which during this time issued by the centralistic and impartial government. Concerning with this case, the research with the Case Study approach and data callecting through Observation and Interview which then checked the fact through the - Triangdation Technic, a n a I y si s u si n g Qua lita tive Descriptive Method, a I te rn a t i ve evaluation on policy using Franklin Technic Method and Alternative Equivalent Technic Method, then could be found the best Solution in the form of policy step for the means of increasing traditional fisher men 's fishery b us i n ess prod u ct i v i t y . The research shows the increase of small fishermen's fishery business productivity in Maluku, it is necessary some interrelated policy steps and support each other in the form ot : (1) fish catching and processing technological mastery by the small fishermen where it can be held through the efforts to increase the quality and quantity of training and education, prepare the field educators and increase the: fishermen's intellectual level, (2) increase the people's interests to become the fishermen having able to do through the means of increasing supporting instruments and infrastructure for the fishery business, accommodate the market access and investment and prepare the price insentive from the local government to the small fishermen, and (3) increase the local government support either in the form of political or financial support for the whole fishermen's fishery business activity in Maluku which can be conducted through the budget allocation prepared for the small fishermen, provide the regulation pro small fishermen and increase the government apparatuses’ understanding on the problem of fishery business faced for a while by the small fishermen of Maluku.
Kata Kunci : Kebijakan Perikanan, Produktivitas Usaha Nelayan