HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, BUDAYA KOLEKTIVISME DAN KEPRIBADIAN CONSCIENTIOUSNESS DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
ASMARANI MAJID, Fathul Himam, M.Psi.,MA.,Ph.D.
2015 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional dan budaya kolektivisme terhadap kepuasan kerja karyawan yang dimoderasi dengan kepribadian conscientiousness. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT Semen Tonasa berlokasi di Kelurahan Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Subjek sebanyak 97 karyawan yang terdiri dari karyawan 61 orang dan karyawati 36 orang dengan status sebagai karyawan tetap yang masa kerjanya 1 tahun sampai dengan 6 tahun keatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tehnik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Moderated Regression Analysis (MRA) merupaka aplikasi dari analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan alat ukur dengan empat jenis skala yaitu skala kepuasan kerja MSQ (Minnesota Satisfaction Questionnaires) skala kepemimpinan transformasional MLQ (Multifactor Leadership Questionnaires), skala budaya kolektivisme Culture in The Workplace Hofstede (1991), skala kepribadian conscientiousness NEO-PI-R. Keempat skala tersebut diketahui valid dan reliable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, yang dimoderasi dengan kepribadian conscientiousness dapat memprediksi kepuasan kerja dengan F= 38,124 dan (p <0,05) begitupun dengan budaya kolektivisme yang dimoderasi kepribadian conscientiousness dapat memprediksi kepuasan kerja dengan F= 22,575 dan (p <0,05). Selanjutnya kepemimpinan transformasional, kepribadian conscientiousness dan moderator 1 secara bersama-sama berkontribusi pada kepuasan kerja sebesar 0,537 (53,7%), dan budaya kolektivisme, kepribadian conscientiousness dan moderator 2 secara bersama-sama berkontribusi pada kepuasan kerja sebesar 0,403 (40,3 %).Hasil uji hipotesis pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil interaksi pada moderator 1 menunjukkan bahwa kepribadian conscientiousness memoderasi hubungan antara kepemimpinan transformasional pada kepuasan kerja, sehingga dapat disimpulkan kepribadian conscientiousness merupakan variabel moderator. hasil interaksi kepribadian conscientiousness tidak memoderasi hubungan antara budaya kolektivisme dengan kepuasan kerja, sehingga dapat disimpulkan kepribadian conscientiousness bukan merupakan variabel moderator.
This study aimed to determine the relationship of transformational leadership style and culture of collectivism on employee job satisfaction moderated by personality conscientiousness. Subjects in this study were employees of PT Semen Tonasa Biring Ere located in the Village, District Bungoro, Islands Pangkaje'ne District, South Sulawesi Province. subject were 97 employees consisting of 61 employees and an employee of 36 people with the status of permanent employees working period of 1 year to 6 years of age. The method used in this study is a quantitative method. Techniques are used to test the hypothesis is Moderated Regression Analysis (MRA) be an application of multiple linear regression analysis. This study used a measuring instrument with four types of scale that job satisfaction scale MSQ (Minnesota Satisfaction Questionnaires), MLQ transformational leadership scale (multifactor Leadership Questionnaire), scale culture of collectivism Culture in the Workplace, the scale of the NEO-PI conscientiousness personality-R. Fourth scale is known valid and reliable. The results showed that transformational leadership, which is moderated by conscientiousness personality can predict job satisfaction with F = 38.124 and (p <0.05) as well as with cultural collectivism moderated conscientiousness personality can predict job satisfaction with F = 22.575 and (p <0, 05). Furthermore, transformational leadership, conscientiousness personality and moderate 1 jointly contribute to job satisfaction of 0.537 (53.7%), and the culture of collectivism, conscientiousness personality and moderate 2 jointly contribute to job satisfaction of 0.403 (40.3% ). The result of interaction of the moderators 1 showed that conscientiousness personality moderate the relationship between transformational leadership on job satisfaction, so it can be concluded conscientiousness personality is a moderator variable. The conscientiousness personality interaction results not moderate the relationship between collectivism culture with job satisfaction, so it can be concluded conscientiousness personality is not a moderator variable.
Kata Kunci : kepuasan kerja kepemimpinan kolektivisme kepribadian conscientiousness