SEKSUALITAS DI PENJARA: Studi tentang Perilaku Seksual Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta
DANDUNG BUDI YUWONO,, Prof. Dr. H. Irwan Abdullah
2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGIBerada pada sistem penjara dengan mekanisme pengawasan, pendisiplinan, dan diberlakukannya pemisahan ruang secara tegas antara laki-laki dan perempuan, menghadapkan narapidana pada problem seksualitas. Kompensasi terhadap pemenuhan kebutuhan seksual di antara mereka dilakukan cara-cara yang ‘berbeda’ dalam menyalurkan hasrat seksualnya. Penelitian yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta pada tahun 2006 ini difokuskan dalam permasalahan: (1) Bagaimana praktik seksualitas berlangsung di penjara? (2) Bagaimana lingkungan sosial penjara memproduksi kultur seksualitas? dan, (3) Bagaimana kultur seksualitas penjara dipelihara dalam kehidupan komunitas napi? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan sistem pengetahuan napi di lingkungan penjara tentang seksualitas; (2) Memahami berbagai persoalan yang mengakibatkan terjadinya perilaku seksual nap; dan, (3) Melihat realitas sosial penjara dalam memaknai dan menerima perilaku seksual napi. Upaya mengungkap permasalahan penelitian di atas, langkah-langkah penelitian yang dilakukan terdiri dari rangkaian tehnik pengumpulan dan pengolahan data secara kualitatif. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, pengamatan, life history, dan participatory listening. Fenomena kultur seksualitas napi ini dikaji secara interpretif dengan menggunakan teknik analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa varian perilaku seksual napi, tidak hanya perilaku seputar relasi seksual tetapi juga aktivitas non-seksual dengan berbagai pola yang terbentuk karena adanya budaya permisivitas sebagai bentuk solidaritas, tatanan budaya, sistem pengetahuan tentang seksualitas di kalangan napi. Sebagai ekspresi simbol, perilaku seksual dalam ruang kehidupan napi mempunyai makna tidak tunggal, yang ditafsirkan sebagai suatu ‘kegiatan hiburan’ (rekreasi), yang dimaknai dan ‘diterima’ sebagai realitas sosial. Kata Kunci: Seksualitas, Penjara, Perilaku Seksual, Narapidana
Being in the jail system with monitoring mechanisms, discipline, and the enactment expressly separation space between men and women, exposing prisoners (inmates) on problems of sexuality. Compensation for sexual fulfillment between them is done in ways that 'different' in channeling sexual desire. Research conducted in Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta in 2006 was focused on the issue: (1) How does the practice of sexuality takes place in the jail? (2) How does the social environment of the jail producing culture sexuality? and, (3) How is the culture of sexuality jail inmates kept in the prisoner community life? This study aims to: (1) Describe the prisoner knowledge system in the jail inmates about sexuality; (2) Understand the issues that resulted in the prisoners sexual behavior; and, (3) Looking at the social reality of jail in understanding and accepting the sexual behavior of prisoners. Efforts to expose problems in the study, the steps undertaken research consisted of a series of data collection and processing techniques qualitatively. Data collection includes in-depth interviews, observation, life history, and participatory listening. The prisoner sexuality culture phenomenon studied interpretive using triangulation analysis techniques. The results showed there were several variants of the sexual behavior of prisoners, not only about the behavior of sexual relations but also non-sexual activity with a variety of patterns formed by the culture of permissiveness as a form of solidarity, cultural order, the system of knowledge about sexuality among inmates. As a symbol of expression, sexual behavior in space life prisoner has no single meaning, which is interpreted as an 'entertainment activity' (recreation), which is interpreted and 'accepted' as a social reality. Keywords: Sexuality, Jail, Sexual Behavior, Prisoners
Kata Kunci : Seksualitas, Penjara, Perilaku Seksual, Narapidana; Sexuality, Jail, Sexual Behavior, Prisoners