Laporkan Masalah

Hambatan Perempuan Dalam Mengakses Pelayanan Kesehatan Reproduksi di Alor, Nusa Tenggara Timur

IGIH ADISA M, Dr. Setiadi M.A.

2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Permasalahan mengenai akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan reproduksi tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial budaya masyarakatnya. Dalam sistem patriarki perempuan tergantung pada laki-laki dalam hal pengambilan keputusan untuk mengakses pelayanan kesehatan reproduksi. Hal ini menjadi hambatan utama yang harus dihadapi oleh perempuan dalam mengakses haknya. Studi ini dilaksanakan di Subo, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini mencoba menggambarkan bagaimana perempuan menghadapi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. Hambatan ini tidak hanya dilihat melalui dari sudut pandang masyarakatnya tetapi juga melihat kondisi ekonomi dan wilayah geografis wilayahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Data ini kemudian di kumpulkan dan kemudian dianalisis. Melalui penelitian diketahui bahwa hambatan tersebut dibagi dalam tiga ranah, yaitu posisi sosial dan budaya perempuan, masalah aksesibilitas wilayah dan kemiskinan. Melalui penelitian ini diharapkan menambah pemahaman dan penafsiran yang berkaitan dengan topik tersebut.

Woman's reproductive health issue can't be separated of sociocultural context of Alor society. In a patriarchal sytem, a woman depend on man to make decision to access of reproductive heaIth services. It is becoming a major obstacle for women to access reproductive health services. In research that conduct in Subo, Alor Selatan sub district, Alor district, Nusa Tenggara province, this study try to described how woman face obstacles to accessing reproductive health services. Not only from society perspective, but also economical and geographical condition. This study used qualitative methods, this is conducting by observasi-partisipatif and indepth-interview on several informants to collect data. The data subsequently collected and described to be further analysis. The research resulted that obstacles in three realms, social postion of woman, accessibility of area and poverty. By examining these obstacles carefully, this paper builds on our current understanding, interpreted may be improved.

Kata Kunci : kesehatan reproduksi, perempuan, akses, posisi perempuan, layanan kesehatan.

  1. S1-2015-257592-abstract.pdf  
  2. S1-2015-257592-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-257592-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-257592-title.pdf