Laporkan Masalah

UJI MINYAK SERAI ( Andropogon nardus L ) SEBAGAI BAHAN DASAR OBAT ANTI NYAMUK ELEKTRIK CAIR TERHADAP MORTALITAS NYAMUK Culex quinquefasciatus

FATHY SYIRRI N, Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, S.U ; dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc, Ph.D

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit filarial yang ditransmisikan ke manusia melalui nyamuk. Salah satunya yaitu dengan vektor nyamuk Culex quinquefasciatus. Pemutusan rantai dapat dilakukan dengan penggunaan obat nyamuk elektrik dengan bahan alami minyak serai (Andropogon nardus L.). Tujuan Penelitian: untuk mengetahui daya bunuh minyak serai (Andropogon nardus L.) konsentrasi 100% sebagai bahan dasar obat nyamuk elektrik cair terhadap nyamuk Cx. quinquefasciatus, untuk melihat KT50 dan KT90 serta membandingkan dengan d-alletrin. Metode Penelitian: Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah nyamuk Cx. quinquefasciatus dewasa yang berumur 2-5 hari. Dibagi menjadi 3 kelompok , yaitu grup 1 kelompok kontrol negatif (aquades), grup 2 untuk perlakuan obat nyamuk elektrik cair dengan bahan dasar minyak serai, dan grup 3 untuk kelompok perlakuan obat nyamuk elektrik cair berbahan aktif d-allethrin 0,01 g/l sebagai kontrol positif. Sebanyak 25 ekor nyamuk dimasukkan ke sangkar kasa dan dimasukkan lagi ke kotak kaca. Diamati yang mengalami knockdown (KT50, KT90,). Replikasi dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian: Pada kelompok 1(kontrol negative, aquadest) tidak didapatkan nyamuk yang mengalami knockdown. Rata-rata KT50 pada 45 menit, KT90 pada 64 menit pada perlakuan 2(minyak serai). Untuk perlakuan pada kelompok 3(kontrol positif, d-alletrin), KT50 pada 63 menit dan KT90 pada 91 menit. Kesimpulan: Minyak serai (Andropogon nardus L.) konsentrasi 100% memiliki daya bunuh terhadap nyamuk Cx. quinquefasciatus.

Background: Filariasis is one of the tropical diseases which is caused by filarial parasite and transmitted to human by mosquito, Cx. quinquefasciatus. The chain breaking can be conducted by using electric liquid vaporizer that contains citronella oil (Andropogon nardus L.). Objective: To determine the killing effect of 100% concentration of citronella oil (Andropogon nardus L.) as the basic compound of electric liquid vaporizer against Cx. quinquefasciatus and to determine KT50 and KT90 and compares them to d-alletrin. Methods: The research subjects were Cx. quinquefasciatus mosquitoes, aged between 2-5 days. The subjects were divided into 3 groups: group 1 (negative control, aquadest), group 2 ( citronella oil), group 3 (positive control, d-alletrin 0.01 g/l). Twenty-five mosquitoes were caged into a netting cage then into a glass cage. The knockdown time (KT50, KT90,) were observed. Replication test were conducted 3 times. Results: The knockdown time was not found in group 1(control negative, aquadest). In group 2(citronella oil), KT50 was 45 minutes and KT90 was 64 minutes. In group 3(control positive, d-alletrin) KT50 was 63 minutes and KT90 was 91 minutes. Conclusion: citronella oil (Andropogon nardus L.) has killing effect against Cx. quinquefasciatus.

Kata Kunci : Filariasis, Cx. quinquefasciatus, electric liquid vaporizer, Andropogon nardus L.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.