KAJIAN TRANSPOR SEDIMEN DAN BOD-DO DI SUNGAI SERAYU HILIR
ANISSA HERDYASRASTIT, Dr. Ir. Istiarto, M.Eng.
2015 | Tesis | S2 Teknik SipilSungai Serayu saat ini mengalami masalah degradasi yang menimbulkan perubahan morfologi sungai yang dikhawatirkan dapat mengancam kestabilan struktur eksisting di Sungai Serayu. Tidak hanya itu, kualitas air di Sungai Serayu juga mengalami penurunan akibat adanya aktivitas pertanian dan produksi dari pabrik di bagian hulu. Aktivitas ini dapat mengancam konsumen PDAM Cilacap yang memanfaatkan air Sungai Serayu untuk diolah sebagai air minum. Dari adanya kasus degradasi sungai dan penurunan kualitas air ini kemudian dikaji transpor sedimen dan transpor polutan Sungai Serayu dimulai dari hilir Bendung Gerak Serayu sampai dengan muara sungai. Pada penelitian ini, pengujian sensitivitas model pada parameter-parameter yang berpengaruh cukup signifikan terhadap besaran angkutan sedimen dilakukan dengan pendekatan 1 dimensi menggunakan HEC-RAS 4.1. Pengujian dilakukan terhadap temperatur air, ukuran butiran, dan computational increment. Untuk pemodelan transpor polutan digunakan simulasi BOD dan DO pada tanggal 15 Oktober 2012 dan 8 Mei 2013 yang divariasikan menjadi 3 skenario. Berdasarkan hasil uji sensitivitas transpor sedimen, parameter temperatur air, ukuran butiran, dan computational increment dapat mempengaruhi besaran transpor sedimen yang dihasilkan. Pada simulasi transpor polutan didapatkan hasil bahwa debit sungai yang besar dapat melakukan pengenceran polutan yang lebih cepat daripada debit sungai yang kecil, sehingga dapat dikatakan bahwa penambahan debit dapat mempengaruhi proses transpor polutan dan kondisi kualitas air sungai. Kata kunci: uji sensitivitas, transpor sedimen, BOD, DO, HEC-RAS
Serayu River is currently experiencing degradation problems that cause morphological changes of the river that is feared to threaten the stability of the existing structure in Serayu. Beside that, the quality of water in Serayu also decreases as the result of agricultural activity and the production of upstream plants. This activity can threaten consumers of Cilacap PDAM who utilize Serayu water to be processed as drinking water. From the case of river degradation and deterioration/reduction of water quality, then sediment transport and pollutants of Serayu are examined from Bendung Gerak Serayu up to estuaries. In this study, the analysis of sensitivity model on parameters that significantly influence on the amount of sediment transport was performed by one-dimensional approach using HEC-RAS 4.1. The tests were carried out on the water temperature, grain size, and computational increment. The modeling of pollutants transport was performed by using BOD and DO simulation on October 15, 2012 and May 8, 2013 which were varied to 3 scenarios. Based on the results of the sediment transport sensitivity test analysis, water temperature, grain size, and computational increment parameters can affect the result of sediment transport. This pollutant transport simulation showed that greater discharge can perform faster dilution of pollutants than low discharge, so it can be said that the addition of discharge can affect the transport of pollutants and water quality conditions of the river. Keywords: sensitivity analysis, sediment transport, BOD, DO, HEC-RAS
Kata Kunci : uji sensitivitas, transpor sedimen, BOD, DO, HEC-RAS