Studi banding implementasi kebijakan pendidikan ganda antara SMK Negeri dan SMK Swasta :: STudi kasus SMEA Negeri 20 dan SMEA Makarya I Jakarta Selatan
RUCHIAT, Herry, Prof.Dr. Miftah Thoha
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikPermasalahan yang sangat mendasar bagi Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah belum mampu menghasilkan tenaga profesional sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya tamatan SMK yang bekerja di sektor informal dengan rata-rata penghasilan yang rendah serta rendahnya tingkat produktifitas, bila dibandingkan dengan tamatan Sekolah Menengah Umum. Program pendidikan sistem ganda bagi sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu dari serangkaian kebijakan Mendiknas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini indikator yang dipakai untuk mengukur sejauhmana tingkat keberhasilan implementasi program pendidikan sistem ganda dan seberapa jauh implementasi program sejalan dengan kebijakan yang telah ditetapkan, jumlah siswa yang ditampung diperusahaan yang sesuai dengan program studi dan tingkat keselarasan kegiatan siswa selama pelatihan dengan standart kemampuan lulusan. Masalah pokok yang akan diteliti adalah seberapa jauh implementasi PSG di SMK Negeri 20 dan SMK Makarya I (Swasta), dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program pendidikan sistem ganda.. Maka tujuan penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program pendidikan sistem ganda, dan sejauh mana PSG tersebut diimplementasikan. Untuk itu variabel independennya adalah kepemimpinan, struktur organisasi dan sumber daya dan variabel dependennya adalah implementasi pendidikan sistem ganda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan bersifat kualitatif Oleh karenanya pengumpulan data yang paling dominan menggunakan wawancara. Dalam melaksanakan analisis data lebih menekankan pada teknik in-dept analysis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara bersama-sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, struktur birokrasi dan sumber daya, baik disekolah maupun di perusahaan sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi program pendidikan sistem ganda. Kegagalan pencapaivan tujuan program tersebut disebabkan oleh belum mampu atau belum optimal pimpinan sekolah dalam memainkan peran informasional yaitu memasyarakatkan misi dan konsepsi program pendidikan sistem ganda, sehingga peran interpersonal yaitu melakukan kerja sama dengan perusahaan tempat pelatihan siswa yang operasionalisasi kegiatannya mendukung standart kelulusan belum dapat dilakukan dengan baik, kondisi tersebut sangat mempengaruhi kepala sekolah dalam menyusun program kerja. Faktor lain yang menghambat keberhasilan program adalah kurang berfungsinya Majelis sekolah dalam koordinasi kegiatan, tidak adanya keterpaduan hierarki antara sekolah dengan instansi di atasnya dalam pengaturan kalender pendidikan dan sumber daya terutama guru dan instruktur. Baik sekolah swasta maupun sekolah negeri relatif tidak ada perbedaan dalam implementasi pendidikan sistem ganda, sedang faktor yang menghambat dan yang mendukungpun relatif sama, yang berbeda hanyalah sarana dan prasarana yang ada di kedua sekolah tersebut, salah satunya adalah ada dan tidaknya unit produksi. Sekolah negeri sudah mampu mengadakan unit produksi, sedang SMK swasta belum.
The main problem for the student who end up from the vocational school Uptill now are very limit to reguest the demand as a professional skill works. This can be shown up that many of them worked in the informal sector with a low Salary because of the low productivity if we compare with a student from the senior high school. Who get much better salary. In this research is to find out how far to indicate the measurement the implementation succeed to the dual system program, and to indentified how many student can get a job in the factory depend on their field study. This rescarch is also to looked at how the inplementation of the dual system fit up in the government school and privete school in south Jakarta. The aim of this research is to identified how does the dual system program hold on with the inplementation. Using the independen variable is to find ouf how far is the leadership of the school out the responsibility for the future to the school, how to manage the structure of the organization and increase the human resources specially for the student who's learning in the vocational school, dependen variable are to looked how the inplementation worked to the educational dual system. Descriptif of this research is by collecting date kualitatif and interviwer is the dominan to get a good result and finally we will know which is much better for this program, is it private or Government school is the best.
Kata Kunci : Kebijakan, Pendidikan, Sistem Ganda