Laporkan Masalah

KAJIAN LINGKUNGAN MIKRO PURBA GUA KIDANG, DESA TINAPAN, KEC. TODANAN, KAB. BLORA, PROV. JAWA TENGAH (ANALISIS FITOLIT)

IBRAHIM HANE IDRUS, DR. MAHIRTA, M.A.

2015 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Hubungan antara manusia dengan alam yang ada di sekitarnya merupakan hubungan yang sangat erat dan saling berakibat sejak awal kemunculan manusia. Kehidupan manusia masa prasejarah khususnya kala Plestosen akhir sampai awal Holosen, dalam mempertahankan hidupnya masih sangat bergantung pada ketersediaan alam sekitarnya. Pada masa awal setelah ditinggalkannya pola hidup yang nomaden, secara berangsur-angsur tingkat kecerdasan manusia mulai berkembang dan kemampuan adaptasi mereka juga meningkat. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang dimiliki manusia khususnya dalam bercocok tanam pada masa itu, maka mereka semakin mahir dalam urusan mempertahankan diri dengan menggunakan lingkungan sekitarnya untuk tetap hidup. Perkembangan teknologi, walaupun bergerak per milimeter, pada masa itu juga berperan serta dalam pembentukan sebuah pembagian struktur sederhana dalam sebuah komunitas dimana juga berarti pembagian peranan tiap individu dalam komunitas tersebut. Karena itu, keberadaan gua sebagai tempat tinggal kian menjadi favorit karena morfologi gua atau ceruk yang memang dapat digunakan untuk berlindung dari panasnya sinar matahari dan binatang buas yang mengancam.

The relationship between man and nature around it is a very close relationship and mutual resulted from the beginning of the emergence human beings. Prehistory of human life, especially the end of the Pleistocene epoch until the beginning of the Holocene, in defending his life is still very depend on the availability of the natural surroundings. In the early days after abandonment of the nomadic lifestyle, gradually level human intelligence began to develop and adaptability they also increased. Along with the development of technology of the human especially in farming at that time, then they are more adept in matters of self-defense using the environment around it to keep it alive. Technological developments, although moves per millimeter, at that time also participate in the formation of a distribution of simple structures in a community where also means division of the role of each individual in the community. Therefore, the existence of the cave as a place to live increasingly become a favorite because of the morphology cave or niche that it can be used to take refuge from the heat sunshine and threatening beast.

Kata Kunci : FITOLIT, GUA, BLORA, LINGKUNGAN,

  1. S1-2015-254603-abstract.pdf  
  2. S1-2015-254603-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-254603-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-254603-title.pdf