Laporkan Masalah

PEMODELAN KURVA YIELD PADA OBLIGASI PEMERINTAH DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON DINAMIK

DIAN AYU AFIFAH, Dr. Gunardi, M.Si.

2015 | Tesis | S2 Matematika

Obligasi pemerintah merupakan salah satu bentuk investasi yang banyak diminati oleh investor. Investor tidak dapat mengetahui dengan pasti tingkat keuntungan yang diperoleh karena tingkat keuntungan yang diperoleh mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tingkat keuntungan atas investasi obligasi dinyatakan dalam persentase disebut dengan yield. Oleh karena itu untuk mengetahui nilai yield yang akan datang investor membutuhkan pertimbangan berupa peramalan nilai yield. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu dengan penanganan pencilan dan tanpa penanganan pencilan pada data hasil estimasi parameter. Parameter linier dan non linier yang diperoleh dari estimasi dimodelkan terlebih dahulu dengan model ARIMA. Model ARIMA terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC dan SBC terkecil. Residual yang diperoleh dari model ARIMA diuji keheteroskedastisitasnya dan hasilnya memiliki sifat heteroskedastis. Model time series yang digunakan untuk data yang tanpa penanganan pencilan adalah model ARIMA, ARCHGARCH dan VAR(2), sedangkan pada data yang dilakukan penanganan pencilan model time series yang digunakan adalah hanya model VAR. Model peramalan terbaik berdasarkan kriteria out sample adalah model ARIMA dan ARCH-GARCH untuk parameter yang tanpa penanganan pencilan sedangkan untuk parameter yang dilakukan penanganan pencilan model VAR yang terbaik adalah VAR(1). Selanjutnya hasil peramalan parameter linier dan non linier yang diperoleh digunakan dalam mengkonstruksi kurva yield. Kurva yield yang dihasilkan oleh model ARIMA, ARCH, GARCH dan VAR(1) cukup baik dibandingkan dengan model VAR(2).

Government bond is one of the forms of investment that are much in demand by investors. Investors cannot certainly know the level of profits gained because the level of profits undergoes changes from time to time. The rate of return on bond investment expressed in the percentage is called a yield. Therefore, in order to know the value of the yield for the next period, investors need consideration to forecast the value of the yield. This research uses two methods, with and without handling the outlier data on the results of parameter estimation. Linear and nonlinear parameters derived from formerly modeled estimation by ARIMA. The best model is chosen based on the smallest value of AIC and SBC. The obtained residual from ARIMA model is tested by heteroscedasticity and the results should have heteroscedasticity characteristics. Time series model used for data without outlier handling is ARIMA, ARCH-GARCH and VAR (2) models, whereas for data with handling outlier is VAR model. Based on out sample criteria the best forecasting model for data with and without outlier handling is ARIMA, ARCH-GARCH and VAR(1) respectively. The forecast results of linear and non-linear parameters are used to construct a yield curve. The obtained yield curve from ARIMA, ARCHGARCH and VAR (1) models, is better than VAR(2) model.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.