Laporkan Masalah

VARIASI PEMAKAIAN BAHASA JAWA PADA MASYARAKAT KELAS BAWAH (STUDI KASUS DI DESA NGAGLIK, KELURAHAN GIWANGAN, KECAMATAN UMBULHARJO, YOGYAKARTA)

ZULTIYANTI, DRA., Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi pemakaian bahasa Jawa pada masyarakat kelas bawah. Variasi pemakaian bahasa pada masyarakat kelas bawah meliputi variasi fonologi, variasi gramatikal, variasi kosa kata, variasi krama desa. Data penelitian ini diambil pada anggota masyarakat kelas bawah yang bertempat tinggal di desa Ngaglik RT 34 dan RT 35 Kelurahan Giwangan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan metode Sosiolinguistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa variasi, yaitu variasi vokal dan variasi konsonan yang terdapat pada tataran fonologi, pada tataran gramatikal terdapat variasi afiksasi (prefiks, sufiks, dan konfiks) dan pemakaian kalimat berpola sederhana. Pada tataran kosa kata ditemukan beberapa kosa kata yang hanya dipahami oleh kelompok yang terlibat dalam komunikasi, pada tingkatan krama terdapat pemakaian bentuk krama desa. Faktor yang melatarbelakangi timbulnya variasi adalah faktor linguistic dan sosiolinguistik (dan terbatasnya ilmu pengetahuan, informasi, dan ekonomi yang membuat mereka tidak punya kesempatan untuk bergaul secara lebih luas, dan tidak adanya kesempatan untuk berbicara secara formal.)

The aim of this research was to describe a variation of Javanese use in lower class society. The variation includes phonological, grammatical, vocabulary and village speech level. The data of the research was taken from the lower class society lived in Ngaglik RT. 34 and 35, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. The methods of data analysis were descriptive qualitative and sociolinguistic. The result showed that there were some varieties on vocal and consonant at its phonology, affixation (prefix, suffix and confix) at its grammatical and the use of simple-patterned sentences. At its vocabulary, it was found that there were some vocabularies understood by people belong on the communication, and there was also a village speech level. The factors cause this variation were linguistic and sociolinguistic ( limited knowledge, information and economy that then give them no chance to socialize more widely and to speak formally.)

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.