PENGELOLAAN SITUS CANDI LOSARI: KESELARASAN DENGAN LINGKUNGAN DAN PEMBERDAYAAN
BASKORO DARU TJAHJONO, Drs. Musadad, M.Hum.
2015 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiHuman unity with cultural objects and the environment of the past, which interact with each other can be viewed as a past ecosystem stable. When one day the extinct ecosystem, then it is replaced by the new ecosystem, with human, material culture, and today’s environment. Contemporary ecosystem becomes stable ecosystem. However, when the ecosystem is stable it appears that cultural objects of the past, there was discord or disharmony which resulted in the instability of the present ecosystem. Discovery or appearance of the Losari temple site to the soil surface resulting in instability of the present ecosystem. Losari temple is past cultural objects, manmade past, and comes from the past environment. Thus the temple is a component of the ecosystem of the past. When dug up and managed to make visible to the soil surface, then this temple into the present ecosystem, resulting in misalignment or disharmony. If the present ecosystem instability, the present-day humans will try to restore the stability of the ecosystem today. There are two possibilities to restore the stability of the ecosystem, which damages or destroys the building, when it is not beneficial, or preserve it, if deemed helpful still for the man of today. If the second alternative is chosen to restore the stability of the ecosystem today, the ancient buildings that will be preserved must be in harmony with the environment today and have meaning or significance for human beings or society of today. This means that the preservation of the ancient buildings should be sought not damage the environment today and able to empower communities. Thus, the management of the Losari temple site in harmony with the environment and are able to empower communities around the site can be seen as an attempt to restore the stability of the ecosystem today.
Kesatuan manusia dengan benda-benda budaya serta lingkungan masa lalu yang saling berinteraksi dapat dipandang sebagai sebuah ekosistem masa lalu yang stabil. Ketika suatu saat ekosistem itu punah, maka digantikan oleh ekosistem baru dengan manusia, benda-benda budaya, serta lingkungan masa kini. Ekosistem masa kini pun menjadi ekosistem yang stabil. Tetapi ketika pada ekosistem masa kini yang sudah stabil itu muncul benda budaya masa lalu, terjadilah ketidakselarasan atau ketidakharmonisan yang mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem masa kini. Penemuan atau kemunculan situs Candi Losari ke permukaan tanah mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem masa kini. Candi Losari adalah benda budaya masa lalu, buatan manusia masa lalu, dan berasal dari lingkungan masa lalu. Dengan demikian Candi Losari merupakan komponen ekosistem masa lalu. Ketika digali dan berhasil ditampakkan ke permukaan tanah, maka candi ini masuk ke dalam ekosistem masa kini, sehingga mengakibatkan ketidakselarasan atau ketidakharmonisan. Jika terjadi ketidakstabilan ekosistem masa kini, maka manusia masa kini akan berusaha mengembalikan kestabilan ekosistem masa kini tersebut. Ada dua kemungkinan untuk mengembalikan kestabilan ekosistem tersebut, yaitu merusak atau menghancurkan bangunan itu, apabila dipandang tidak bermanfaat, atau melestarikannya jika dipandang masih bermanfaat bagi manusia masa kini. Jika alternatif kedua yang dipilih untuk mengembalikan kestabilan ekosistem masa kini tersebut, maka bangunan kuna yang akan dilestarikan harus bisa selaras dengan lingkungan masa kini dan mempunyai makna atau nilai penting bagi manusia atau masyarakat masa kini. Hal ini berarti bahwa pelestarian bangunan kuna itu harus diupayakan tidak merusak lingkungan masa kini serta mampu memberdayakan masyarakat masa kini. Dengan demikian, pengelolaan situs Candi Losari yang selaras dengan lingkungan dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar situs dapat dipandang sebagai upaya mengembalikan kestabilan ekosistem masa kini.
Kata Kunci : management, ecosystem, environment, society