Pengaruh Senyawa 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidro-isoquinolin Biji Mahoni (Swietenia macrophylla King) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2
YUWINDA PRIMA A., Dra. Prasetyastuti, Apt., M.Kes. ; Dr. Dra. Sunarti, M.Kes
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Penderita diabetes melitus memiliki risiko komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Salah satu komplikasi yang sering timbul adalah komplikasi kardiovaskular melalui mekanisme diabetik dislipidemia. Diabetik dislipidemia berhubungan erat dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan profil lipid pasien terutama kadar LDL plasma. Mahoni (Swietenia macrophylla King) memiliki aktivitas antidiabetik dimana bagian yang sering digunakan adalah biji yang mengandung senyawa alkaloid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidroisoquinolin biji S. macrophylla King terhadap kadar glukosa darah dan LDL plasma. Metode: Subjek 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar usia 10 minggu dengan berat 200-300 gram. Subjek dikondisikan diabetes melitus tipe 2 menggunakan streptozotocin 65 mg/kgBB dan nicotinamide 230 mg/kgBB. Subjek dikelompokkan menjadi kelompok kontrol, kelompok diabetes melitus, kelompok glibenklamid 0,18 mg/hari, kelompok 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidro-isoquinolin biji S. macrophylla King 10 mg/200 gBB, 20 mg/200 gBB, dan 40 mg/200 gBB. Perlakuan diberikan selama 4 minggu dan pemeriksaan kadar glukosa darah dan LDL plasma dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Penelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang bermakna pada pemberian senyawa 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidroisoquinolin namun efeknya sama dengan glibenklamid. Penurunan kadar LDL plasma yang tidak bermakna ditemukan pada kelompok dengan dosis 10 mg/200gBB dan 20 mg/200gBB, sementara peningkatan kadar LDL tidak bermakna justru terjadi pada kelompok glibenklamid 0,18 mg/hari dan senyawa dengan dosis 40 mg/200gBB. Kesimpulan: Senyawa 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidroisoquinolin biji S. macrophylla King 10 mg/200 gBB, 20 mg/200 gBB, dan 40 mg/200 gBB memiliki efektivitas yang relatif sama dengan glibenklamid untuk menurunkan kadar glukosa darah, sedangkan pengaruh pada LDL plasma tidak didapatkan hasil yang bermakna.
Introduction: Patients with diabetes mellitus have risk of macrovascular and microvascular complications. The most common is cardiovascular complication through diabetic dyslipidemia. Diabetic dyslipidemia is associated with high level of blood glucose and plasma LDL. Mahogany (Swietenia macrophylla King) has antidiabetic activity of which its parts to be used are often seeds that contain alkaloid. Objective: The study was conducted to determine the effects of 3,6,7-trimethoxy-4-methyl-1,2,3,4-tetra-hydroisoquinolin of S. macrophylla King seeds on blood glucose and plasma LDL level. Methods: The subjects were 30 Wistar strain white rats (Rattus norvegicus) aged 10 weeks weighing 200-300 grams. Subjects were conditioned with 65 mg/kgBW streptozotocin and 230 mg/kgBW nicotinamide induced type 2 diabetes mellitus. Subjects were grouped into control group, diabetic group, glibenclamide group, 3,6,7-trimethoxy-4-methyl-1,2,3,4-tetrahydroisoquinolin of S. macrophylla King seeds 10 mg/200 gBW, 20 mg/200 gBW, and 40 mg/200 gBW. The administrations were conducted for 4 weeks and blood glucose and plasma triglycerides level examination were done before and after the administrations. Results: The study showed significant difference in the decrease of blood glucose level before and after treatment as significance as glibenclamide. Conclusion: Administration of 10 mg/200 gBW, 20 mg/200 gBW, and 40 mg/200 gBW 3,6,7-trimethoxy-4-methyl-1,2,3,4-tetrahydroisoquinolin of S. macrophylla King seeds can reduce blood glucose level as effectively as glibenclamide, whereas no significant difference is not showed in the decrease of LDL.
Kata Kunci : diabetes melitus, Swietenia macrophylla King, glukosa, LDL