Laporkan Masalah

Kartun Cita Rasa Kaliwungu: Studi Modal Sosial dalam Proses Kreatif Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKKANG) Kendal Jawa Tengah

ROIKAN, Dr. G.R Lono Lastoro Simatupang, M.A.

2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Kartun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu media cetak di Indonesia. Kartun humor, merupakan kartun yang kerap kita jumpai pada rubrik tertentu yang dikirim oleh kartunis kontributor. Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKKANG) merupakan paguyuban kartunis yang telah melahirkan kartunis-kartunis yang bekerja di media sebagai ilustrator, redaktur maupun menjadi kontributor yang menggantungkan hidupnya pada honorarium jika karyanya dimuat. Fokus dalam penelitian ini saya tekankan pada keberadaan komunitas berbasis relasi kerabat yang didirikan oleh kartunis di Kaliwungu sebagai sebagai salah satu sarana yang mendukung proses kreatif dan pengembangan diri. Media yang digunakan adalah Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKKANG) yang menjadi wadah bagi jaringan kekaryaan kartunis dari Kaliwungu Kendal berbasis relasi kerabat. Penelitian ini membahas tentang organisasi sosial berbasis komunitas seni dengan analisa pada aspek dinamika perekonomian industri kreatif dalam perspektif globalisasi terhadap dinamika sosial budaya kehidupan kartunis KOKKANG terkait komunitas dan kekerabatan sebagai modal sosial. Selanjutnya dilakukan analisa teknik pesona (enchantment), agensi serta dinamika kekaryaan dari kartunis Jawa khususnya Jawa Tengah yang kaitkan dengan aspek etnisitas dalam penciptaan karya dalam industri kreatif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi partisipasi dan wawancara. Observasi partisipasi lebih fokus pada proses kreatif, aspek visual dalam karya sampai kehidupan di Kaliwungu dengan mengandalkan segala indera untuk merekam segala fenomena budaya dan sosial yang terjadi. Selain itu, dalam penelitian ini menggunakan analisa arsip kartun karya kartunis Kaliwungu yang dimuat di majalah bulanan Intisari periode 1984-2004 untuk melihat dinamika kekaryaan dan proses kreatif dikaitkan dengan aspek cita rasa dan teknis pesona kartunis Kaliwungu. Hasil dari penelitian ini diantaranya: pertama, sebuah komunitas merupakan wadah yang dapat menjadi sekolah yang akan senantiasa mengasah kemampuan dan kemauan seorang kartunis untuk menjadi lebih baik; kedua, Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKKANG) memiliki keunggulan sebagai komunitas kartun yang berbasis relasi kerabat, beberapa kartunis memiliki hubungan keluarga (bate) dengan kartunis lain; ketiga, proses kreatif KOKKANG dilakukan dengan gojek, gojlok dan momong sebagai suatu mekanisme untuk meningkatkan produktifitas tukang gambar setanan Kaliwungu; keempat, proses kreatif yang berhubungan dengan kekaryaan pada anggota KOKKANG terinternalisasi dalam gaya visual yang mengacu pada dua tokoh pendiri komunitas, gaya ngodios yang cenderung sederhana bulat dan gemuk dengan gaya ngitos yang cenderung rumit dan kurus; kelima, kartun humor merupakan gambar yang dapat diterima oleh segala kalangan karena sifat humor yang universal dan kartun humor yang baik adalah kartun yang dapat menjadi media untuk menjembatani segala bentuk perbedaan; keenam, relasi kerabat menjadi modal sosial yang tidak hanya sekadar bersifat intimasi, namun menjadi sarana pengembangan kebudayaan kreatif berbasis lokalitas dan komunitas yang dipengaruhi oleh media driven; ketujuh, media merupakan arena dalam proses pertarungan dan pertaruhan kekaryaan yang didalamnya terjadi kompetisi dan mengacu pada pembentukan supremasi dan prestise. Kata Kunci: Kartun, Komunitas, Modal Sosial, Etnoestetika.

Cartoon becomes inseparable part of a print media in Indonesia. Humor cartoon is a common one of it that usually can be found in certain rubric that is sent by a contributor cartoonist. KOKKANG or Kaliwungu group cartoonist is an association of cartoonist who has uttered cartoonist who work in the media as an illustrator and hanging their live based on the published work of their honorarium. Focus on this research, the writer emphasizes it in the existence of the community based on kinship relation that is established by cartoonist in Kaliwungu as one of facility to support the process of creativity and self-development. The media used in this research was kaliwungu group cartoonist who becomes a place for a network of kinship relation. This research discusses about social organization based on art community of the dynamic economy analysis of the creative industry in the perspective of the dynamic social culture globalization life in java cartoonist especially central java, in the relation of the ethnicity aspect in the work creation of creative industry. The method used in this research is collecting data in the form of observation participation and interview. The observation is focused on the creative process, visual aspect of Kaliwungu work and their life that rely on all senses for recording social and cultural phenomena that occur. Besides that, this research used the analyze of cartoon work of Kaliwungu cartoonist that is published in Intisari monthly magazine the period of 1984-2004 to see the dynamic of creative process associated with the aspect of taste aspect and enchantment technical of kaliwungu cartoonist. The result of this research are; first, a community is a place that can be a media for sharpening their ability and willingness to be better; Second, KOKKANG (cartoonist group Kaliwungu) has superiority as a community based on their kinship relation. Some of them have family relation (bate) with other cartoonists; third, the creative process of KOKKANG is done with gojek, gojlok and momong as a mechanism for improving the productivity of tukang gambar setanan Kaliwungu; fourth, the creative process associated with the creativity of the KOKKANG member in the form of visual style referring to two figures of the founder of the community. Ngadios style is tends to be round and fat style with ngilos style that tends to be slight and involutes; fifth, humor cartoon is a picture that can be accepted by all communities because of the nature of humor which are universal and a good humor cartoon is a cartoon that can be a media to bridge differences; sixth, the kinship relation becomes social model that just not simply spatially intimate, but as a media of creative culture development based on locality and community that is influenced by media driven; seventh, the media is a place to compete and bet creativity that occurs a competition based on the form of supremacy and prestige. Key Word: Cartoon, Community, Social Capital, Ethnoaesthetics

Kata Kunci : Kartun, Komunitas, Modal Sosial, Etnoestetika; Cartoon, Community, Social Capital, Ethnoaesthetics


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.