Laporkan Masalah

TRANFORMASI PERTANIAN MASYARAKAT PEDESAAN Studi di Dukuh Sipetung Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

FAJRI RAHMAN, Dr. Nanik Kusniyah, M.A, M.Med.Sc.

2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Penelitian ini membahas mengenai masalah transformasi yang terjadi pada masyarakat Sipetung. Transformasi ini dikaitkan kepada tiga hal, yaitu pertumbuhan penduduk, dinamika pasar, dan pemerintah. Transformasi ini selain menyebabkan terjadinya perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat, juga menyebabkan terjadinya perubahan pada bentuk pertanian masyarakat. Perubahan yang terjadi ini merupakan bentuk dari respons dan interpretasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan memperlihatkan bahwa pertanian di Sipetung telah mengalami perubahan dari pertanian dengan tanaman harian menjadi pertanian dengan tanaman tahunan. Perubahan ini memberikan dampak kepada masyarakat, baik secara sosial maupun secara ekologis. Peralihan dari tanaman harian ke tanaman tahunan ini merupakan hasil dari respons masyarakat terhadap segala perubahan baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Tekanan jumlah penduduk yang menyebabkan terjadinya pengurangan lahan pertanian disikapi petani dengan melakukan intensifikasi pada lahan pertanian. Dinamika pasar maupun intervensi pemerintah, di respons petani dalam bentuk pemilihan tanaman pertanian. Aneka ragam jenis tanaman telah ditanam oleh petani. Pemilihan tanaman pertanian ini berdasarkan kepada rasionalitas petani dalam melihat peluang yang ada dan bertujuan untuk menambah pendapatan mereka. Penelitian ini dilakukan di dukuh Sipetung yang terletak di desa Tlogopakasi Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Daerah ini merupakan daerah pegunungan. Dipilihnya lokasi ini lebih kepada keinginan untuk melihat keragaman pertanian di Jawa, karena Jawa pegunungan memiliki perbedaan dengan Jawa di dataran rendah. Kata kunci: Transformasi, petani dataran tinggi, pasar, pemerintah

This research discusses the transformation experienced by Sipetung community. The transformation is linked to three issues namely population growth, market dynamics and government. The transformation made changes not only in the social life of the community, but also in the forms of community farming. These changes are manifestations of responses and interpretations made by the community against the changing circumstances in their environment. The findings of the research show that agriculture in Sipetung has undergone changes from farming with daily plantations to farming with annual plantations. This change has impacted the community socially and ecologically. The shift from daily to annual plantations is a response of the community against the internal and external changes. The pressure originating from population growth has caused unemployment, thus farmers dealt with it by performing land intensification. The market dynamic and the government intervention has been responded by the farmers through the selection of the plantations. Variety of plantations have been used. This selection was based on the farmers’ rationality in overseeing opportunities to increase their earnings. This research took place in dukuh Sipetung located in desa Tlogopakasi Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. The place was located in a mountainous area. The research location was chosen based on the interest to pay attention to the variety of farming in Java, considering the differences between mountainous and lowland area in Java. Keywords: transformation, farmers in highland, market, government

Kata Kunci : Transformasi, petani dataran tinggi, pasar, pemerintah; transformation, farmers in highland, market, government


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.