Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA UMUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASANGAN CALON PENGANTIN DI KOTA YOGYAKARTA PADA TAHUN 2014

AKBAR MAFAZA, Dra. Sumarni, Msi ; Dr.dr. Carla R Machira Sp.KJ(K)

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakangan: Angka pernikahan muda di Indonesia sangat tinggi. Usia muda merupakan usia dimana otak melakukan perkembangan dengan cara pembelahan sel, pembentukan hubungan-hubungan baru antar sel, dan memutus hubungan yang tidak diperlukan pada level seluler. Perkembangan otak sangat penting untuk dapat melakukan fungsinya dengan optimal, salah satu fungsinya adalah untuk mengkontrol kecemasan. kecemasan pada subyek yang akan menikah dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak puas atas pernikahannya bahkan dapat terjadi perceraian dikemudian hari. Tujuan: mempelajari hubungan antara umur dengan tingkat kecemasan pada pasangan calon pengantin yang akan menikah di Kota Yogyakarta pada tahun 2014. Metode: rancangan penelitian yang dilakukan adalah studi potong lintang non eksperimental pada 45 subyek yang mendaftarkan diri ke KUA di Kota Yogyakarta. Sampel akan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu umur kurang dari 25 tahun dan umur lebih dari sama dengan 25 tahun. Sampel diukur tingkat kecemasan menggunakan skor TMAS, dari skor ini sampel dikelompokkan menjadi cemas dan tidak cemas. Hubungan antar 2 variabel dianalisis menggunakan tes spearman. Hasil: 56% kecemasan terjadi pada kategori umur kurang dari 25 tahun, hal ini lebih banyak apabila dibandingkan dengan katogori umur lebih dari sama dengan 25 yaitu sebanyak 43,4%. Persentase subyek pada kategori umur lebih dari sama dengan 25 tahun yang tidak mengalami kecemasan adalah sebanyak 60%, hal ini lebih banyak apabila dibandingkan dengan kategori umur kurang dari 25 tahun yaitu hanya 40%(p=0,151). Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan tingkat kecemasan pada calon pengantin.

Background: In Indonesia, There is very high incidence of early marriage among adolescent. Adolescent is a period when the brain is going to be mature by cell proliferation, new cellular connection, and selective prunning in its cellular level. This maturation is very important for optimizing its functions. One of the brain function is to manage anxiety. Anxiety among premarital bride can cause a serious problems, such us dissatisfaction in their marriage and divorcement. Objective: This study is aimed to understand the correlation between age and anxiety in premarital bride in 2014 at Yogyakarta City. Methods: This study is a non experimental, using cross sectional design to 45 subjects that is registered in Religion Division Office at Yogyakarta City. Sample will be grouped into two major groups, aged under 25 years old and aged higher or equal to 25 years old. Anxiety score is measured by using TMAS score, from this score, subjects is grouped into anxiety and non anxiety. Correlation between variable is analyzed by spearman test. Results: anxiety occur in 56% in subjects aged under 25 years old, this is greater than 43% anxiety in subjects aged higher or equal to 25 years old. 60% Subjects aged higher or equal to 25 years old who do not have anxiety, this is graeter than 40% in subjects aged under 25 Years old. Summary: No-correlation existed between age and anxiety level in premarital bride.

Kata Kunci : umur, tingkat kecemasan, skor TMAS, stressor psikososial, perkawinan.