Laporkan Masalah

SYAIR NASIHAT: SUNTINGAN TEKS DISERTAI ANALISIS STRUKTURAL-SEMIOTIK

ASEP YUDHA WIRAJAYA, Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo

2015 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Penelitian ini bertujuan menyajikan suntingan teks SN dalam kerangka filologis. Selain itu, juga bertujuan memberikan suatu model penelitian terhadap fenomena kesusastraan Indonesia lama dalam kerangka struktural-semiotik, terutama dalam hal struktur, isi (kearifan lokal), dan pemaknaan semiotik terhadap teks SN. Penelitian ini menggunakan dua metode, yakni: metode umum dan metode khusus. Metode umum yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Adapun metode khusus yang digunakan adalah metode penelitian filologi. Berdasarkan hasil inventarisasi naskah, diketahui bahwa naskah SN berjumlah tiga buah. Dua naskah SN tersimpan di PNRI € Jakarta (Ml. 759A dan Ml. 759B dari W. 232) dan satu naskah tersimpan di MKS € Bima (A. 036). Berhubung naskah SN termasuk naskah jamak, maka metode edisi yang digunakan adalah metode landasan. Adapun untuk mencapai tujuan berikutnya, yaitu menyajikan analisis struktural dan semiotik, digunakan metode penelitian sastra dengan pendekatan struktural dan semiotik. Adapun kearifan lokal yang terkandung dalam nasihat teks SN adalah ajaran tentang keutamaan orang yang berilmu dan orang yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Dengan demikian, ilmu memiliki fungsi memanusiakan manusia, bahkan mengantarkan manusia menuju bentukan diri yang bermartabat sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk yang terbaik dan sempurna. Dari pemaknaan struktural-semiotik terhadap teks SN dapat dikemukakan bahwa pembahasan struktur formal SN, pertama-tama diarahkan pada lapis bunyi dan lapis arti karena kedua unsur tersebut merupakan sarana yang terpenting untuk memahami puisi. Dari pembacaan heuristik dan hermeneutik, dihasilkan uraian halhal yang berhubungan dengan proses pencarian ilmu. Dengan demikian, matriksnya adalah urgensinya ilmu untuk mencapai kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Matriks ini ditransformasikan menjadi model •dunia tempat berhenti‚ dan •guru itu tamsil pelita‚. Matriks ini kemudian ditransformasikan menjadi varianvarian berupa •masalah‚ atau •uraian‚ dalam bait -bait SN, di antaranya (1) pentingnya menuntut ilmu; (2) mengutamakan ilmu daripada harta. Adapun hipogram potensialnya adalah •Ihya‚ ƒUl„mu ad-D•n‚, •Tazkiyatu an-Nuf„si‚, dan • Syair Bahr an-Nisa‚. Adapun hipogram aktual dar i Alquran dan hadis di antaranya (1) ilmu itu mencahayai kehidupan manusia sehingga dapat mengenal zat, sifat, dan asma Tuhan; (2) kewajiban menuntut dan mengamalkan sehingga bermanfaat bagi kehidupan. Dengan demikian, untuk dapat mengetahui, mengakui kekuasaan Allah swt, dan menyembah hanya kepada-Nya diperlukan ilmu. Oleh karena itu, menuntut, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu merupakan perkara wajib bagi setiap muslim sebagai perwujudan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah sehingga manusia dapat hidup damai, tenteram, dan bahagia, baik di dunia maupun akhirat. Kata kunci: Syair Nasihat, teks, struktur, dan semiotika Riffaterre

The main objective of this research was to analyze SN in the framework of philology. Further, this research was also intended to give a model for research on Indonesian literature phenomena in the framework of structural-semiotics, especially that of structure, content (local wisdom), and semiotic interpretation of SN. This is a qualitative research, using philological research methods. This research started with a search of SN, finding three texts of SN: two at PNRI Jakarta (Ml. 759A and Ml. 759B from W. 232) and one at MKS Bima (A. 036). Then, the texts were analyzed with structural and semiotic approach. The main local wisdom contained in SN is that of the importance of a knowledgeable person who willingly apply the knowledge. Therefore, knowledge then functions to make human beings more humane, improving their dignity as a perfect creature. From the structural and semiotical signification on the poem, it can be said that the discussion of the poem formal structure, is directed firstly to the sound layers and layers of meaning because both elements are the most important means to understand poem. The result of heuristic and hermeneutic analysis show some issues related to a search of knowledge. The matrix is the urgency of knowledge to reach happiness of life. This matrix is transformed into the models of •world as a place to stop by‚ and •teacher as a light‚. It is then further transformed into variants in forms of •problems‚ or •elaboration‚ in the stanzas of SN; such as (1) the importance of learning a new knowledge; (2) the priority on knowledge on knowledge over wealth. The potential hypograms are • Ihya‚ ƒUl„mu ad-D•n‚,• Tazkiyatu an-Nuf„si‚, and •Syair Bahr an-Nisa‚; and the actual hypograms from the Holy Koran and Hadits are (1) knowledge to enlighten human life so that human being can recognize the name and character of God; (2) the obligation to search for and apply knowledge to give benefits for life. Thus, knowledge is required to know, acknowledge, and recognize the power of Allah swt and worship Him. Therefore, it is obligatory for Muslims to search, apply, and teach knowledge to others; as a form of gratitude for what Allah has provided. Keywords: Syair Nasihat, text, structure, Riffaterre‚s semiotics

Kata Kunci : Syair Nasihat, teks, struktur, dan semiotika Riffaterre; Syair Nasihat, text, structure, Riffaterre‚s semiotics


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.