PEMETAAN BAHAYA LONGSOR - LAHAN DI KABUPATEN KULONPROGO
CHOIRUL NUR CHASANAH, Dra. Endang Saraswati, M.S.
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGPenelitian ini bertujuan membuat peta bahaya longsor-lahan di Kabupaten Kulonprogo, memberikan informasi lokasi-lokasi yang memiliki bahaya longsor-lahan yang tinggi sehingga berdampak pada penduduk, pemetaan bencana diharapkan dapat mencegah atau mengurangi dampak dari bencana longsor-lahan, serta memberikan contoh data sebagai masukan dalam perencanaan ruang wilayah. Kabupaten Kulonprogo merupakan wilayah yang memiliki kemiringan lereng dari datar hingga sangat curam sehingga rawan bahaya longsor-lahan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang, memberikan nilai pengharkatan dan menggunakan bobot yang berbeda pada setiap variabel yang digunakan dalam analisisnya. Parameter yang digunakan yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan, dan jenis tanah. Sumber data yang digunakan yaitu citra Landsat 8 dengan tanggal perekaman 24 Juni 2013 dan data sekunder yang didapatkan dari BAPPEDA Provinsi DIY.Penggunaan lahan didapatkan dari ekstraksi data dari citra Landsat 8 yang berguna sebagai masukan dalam pemetaan bahaya longsor-lahan menggunakan Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini menghasilkan peta bahaya longsor-lahan di Kabupaten Kulonprogo yang terbagi menjadi empat kelas yaitu kelas bahaya sangat rendah 1.510 Ha (2,63%) mencakup sebagian Kecamatan Temon, Panjatan, Wates dan Galur, kelas bahaya rendah 23.532 Ha (40.97%) mencakup Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur dan sebagian Kecamatan Lendah, Sentolo dan Pengasih., kelas bahaya sedang 15.754 Ha (27,43%) mencakup Kecamatan Nanggulan dan sebagian Kecamatan Sentolo, Lendah, Pengasih, dan Kalibawang, dan kelas bahaya tinggi 16.640 Ha (28.97%) mencakup Kecamatan Samigaluh, Girimulyo dan Kokap.
This research aims to create land-slide hazard map in Kulonprogo District, and to diseminate locations where have high land-slide hazard so that impact on society. This land-slide hazard mapping also expected to prevent or reduce land-slide disaster, and for providing sample input data in regional spatial planning. Kulonprogo district is one of region in Yogyakarta that have micellanous slope from flat to very steep so that indicate high land-slide risk. This research use quantitative approach by combinating between scoring and weighting method. This method define different score and weighted factor for each parameters as analysis variable. The parameters that used in this analysis is : landuse, slope, rainfall intensity, and soil types. The data source in this research is Landsat 8 imaging 24 June 2013 and another secondary data that collected from BAPPEDA DIY (Regional Development and Planning Agency Of Yogyakarta Province).Landuse information collected from Landsat 8 image extracted by intepretation that so usefull for land-slide hazard mapping in Kulonprogo District. This research result land-slide hazard map in Kulonprogo District that divided by four land-slide hazard classes : very low hazard with 1.510 Ha (2,63%) area covered some region of Temon, Panjatan, Wates, Galur ; low hazard with 23.532 Ha (40.97%) area covered Temon, Wates, Panjatan, Galur and some region of Lendah, Sentolo, Pengasih ; moderate hazard with 15.754 Ha (27,43%) area covered Nanggulan and some region of Lendah, Pengasih, Kalibawang, also high hazard with 16.640 Ha (28.97%) area covered Samigaluh, Girimulyo and Kokap.
Kata Kunci : Longsor-lahan, Pemetaan Bahaya, SIG, Pendekatan Kuantitatif / Land-slide, Hazard Mapping, GIS, Quantitative Approach