HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING USUS PADA BALITA DI KAMPUNG COKRODIRJAN DAN RATMAKAN
FIKO RYANTONO, dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D; dr. Arta Farmawati, Ph.D
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Penyakit infeksi cacing usus merupakan salah satu infeksi paling umum terutama diderita oleh anak balita dan usia sekolah. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian infeksi cacing usus adalah kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku personal hygiene yang kurang terpenuhi. Kampung Cokrodirjan dan Ratmakan merupakan kampung padat penduduk yang terletak di daerah aliran sungai Code di Kota Yogyakarta yang memiliki faktor risiko tinggi terjadinya infeksi cacing usus. Tujuan: Mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing usus pada balita di Kampung Cokrodirjan dan Ratmakan. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik deskriptif observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan sampel feses pada 47 subyek balita dan wawancara pada orang tua balita di masing-masing dua posyandu balita di Kampung Cokrodirjan dan Ratmakan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan angka kejadian infeksi cacing usus sebesar 2,1 persen. Analisis bivariat menunjukkan nilai hubungan variabel antara kejadian infeksi cacing usus dengan sanitasi lingkungan p = 0,632, kebiasaan memotong kuku p = 0,706, perilaku mencuci tangan dengan air dan sabun p = 0,015, dan kebiasaan memakai alas kaki p = 0,203. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara perilaku mencuci tangan dengan air dan sabun dengan kejadian infeksi cacing usus, sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan, kebiasaan memotong kuku, dan kebiasaan memakai alas kaki dengan kejadian infeksi cacing usus pada balita di Kampung Cokrodiran dan Ratmakan.
Background: Intestinal helminth infection diseases is one of most common infection affects children under five years old and school-age children. The main cause of high incidence of intestinal helminth infections are poor environmental sanitation and personal hygiene. Kampung Cokrodirjan and Ratmakan is a village with dense population that located along side of the Code river in Yogyakarta that have high risk factors of intestinal helminth infections. Objective: To know the relationship between environmental sanitation and personal hygiene with incindence of intestinal helminth infections among children under five years old in Kampung Cokrodirjan dan Ratmakan. Methods: A cross-sectional design with observational analitic descriptive study was used in this study. Data collection was done by examining stool samples in 47 children under five years old and interview their parents in each of the two Posyandu in Kampung Cokrodirjan and Ratmakan. Results: The results of this study showed the incidence of intestinal worm infection is 2,1%. Bivariate analysis showed the value of the variable relationship between the incidence of intestinal helminth infections with environmental sanitation p = 0,632, the habit of cutting nails p = 0,706, hand washing with soap and water p = 0,015, and the habit of wearing footwear p = 0,203. Conclusion: There is a significant relationship between the behavior of washing hands with water and soap with the incidence of intestinal helminth infection, whereas no significant correlation between environmental sanitation, the habbit of cutting nails, and the habit of wearing footwear with the incidence of intestinal helminth infections among children under five years old in Kampung Cokrodiran and Ratmakan.
Kata Kunci : Sanitasi lingkungan, personal hygiene, infeksi cacing usus, balita