Laporkan Masalah

Evaluasi Investasi Sektor Pertanian Di Propinsi Daerah Isimewa Yogyakarta

PRIJAMBADA, Bambang, Dr. Samsubar Saleh, MA

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Sej alan dengan keterbatasan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam mendanai berbagai sektor ekonomi, diperlukan evaluasi investasi pemerintah di sektor pertanian yang berasal dari proyek-proyek APBN dan APBD. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui efisiensi investasi pemerintah di Sektor Pertanian melalui penghitungan ICOR, 2) untuk mengetahui tingkat efisiensi investasi pemerintah pada masing-masing sub sektor di lingkup sektor pertanian yang meliputi sub sektor tanaman tahan makanan, sub sektor tanaman perkebunan, sub sektor peternakan dan hasil-hasilnya, sub sektor kehutanan dan sub sektor perikanan, 3) memberikan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah Yogyakarta dalam menyusun program pembangunan daerah khususnya program pembangunan di sektor pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif analitis dan metode kuantitatif dengan pendekatan penelitian evaluasi sumatif, pengumpulan data primer dilakukan dengan membagikan kuesioner untuk mendapatkan investasi pemerintah dan realisasi investasi pemerintah periode tahun 1993 - 1999 yang berasal dari proyek-proyek yang dibayai oleh APBD dan APBN pada Dinas Pertanian Propinsi DIY, Dinas Peternakan Propinsi DIY, Dinas Perikanan Propinsi DIY, Dinas Perkebunan Propinsi DIY dan Dinas Kehutanan Propinsi DIY. Sedangkan data sekunder meliputi angka PDRB dan indeks inf-lasi diperoleh dari Kantor BPS Propinsi DIY, sedangkan data sekunder lainnya yang diperlukan diperoleh dari instansi terkait. Dalam analisa data dipergunakan berdasarkan menu ICOR yang dikemukakan oleh Mihartawijaya (1 998) yang merupakan pengembangan konsep pertumbuhan Harrod - Domar. Dari hasil penelitian dapat diketahui : I) nilai ICOR sektor pertanian adalah 18,38 yang berarti investasi yang dilakukan pemerintah selama ini tidak efisien karena nilai ICOR yang dihasilkan jauh berada di atas nilai ICOR = 4. 2) Tingkat efisiensi investasi pemerintah pada masing-masing sub sektor adalah : pertama, sub sektor perikanan dengan ICOR = 5,79; kedua, sub, sektor tanaman bahan makanan dengan ICOR = 18,93; kztiga, sub sektor petemakan dan hasil-hasilnya dengan ICOR = 18,95; keempat, sub sektor tanaman perkebunan dengan ICOR = 2 1,29; dan kelima, sub sektor kehutanan dengan nilai ICOR = 27,63. 3) Model Harrod - Domar nampaknya kurang tepat dipergunakan karena tidak terpenuhinya steady growth, namun dalam capital eflcient masih dianggap memegang peranan penting untuk menentukan investasi setiap tahun. Rekomendasi yang dapat diberikan : 1) untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkokoh ketahanan ekonomi daerah, maka yang perlu pendapatkan dukungan investasi adalah dapat dilakukan berdasarkan tingat efisiensi nilai ICOR yang dihasilkan; 2) untuk mendorong terwujudnya capital efficient di sektor pertanian diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia petani maupun sumber daya manusia birokrasi yang melayani sektor pertanian; 3) untuk mengantisipasi efek negatif sistem pasar bebas yaitu terjadinya ketidakpastian pasar (marketfailure), maka peranan investasi pemerintah dalam melakukan fungsi alokasi, fungsi distribud redistribusi masih diperlukan, namun perlu dibatasi pada peran pemerintah sebagai pengemudi biduk d& bukan sebagai penguyuh biduk

With regard for the limitation of local or central governments in financing various economic sectors, urgently to evaluate government infestation on projects of agricultural sector from National Budget (APBN) and Regional Budget (APBD) . Research objective: 1) discover the efficiency of government infestation in agricultural sector by the means of ICOR calculation, 2) recognize efficiency level of government infestation in each of sub-sectors in the realm of agricultural sector including foodstuff plant, plantation plant, farming and its products, forestry, and fishery sub sector, 3) give policy recommendation to Yogyakarta Local Government in designing regional development program, especially development program in agricultural sector. Research method: design of this study is descriptive analytic and quantitative method with summative evaluation as study approach. Primary data gathered by distributing questionnaires to obtain government infestation and its realization in 1993-1999 period deriving from the projects financed with APBD and APBN in agricultural service, farming service, fishery service, plantation service and forestry service of special district of Yogyakarta. Whereas secondary data included PDRB (Gross Regional Domestic Product) and inflation index from Central Bureau of Statistics of Special District of Yogyakarta Province, while other secondary data needed were taken from relevant agencies. Data analysis was based on ICOR figure proposed by Mihartawijaya (1 998) advanced from Harrod - Domar concept of growth. Study results could be known that: 1) ICOR value in agricultural sector was 18.38. It means that investation done by the, government so far were not efficient due to the ICOR value produced far above ICOR value = 4. 2) the efficiency level of government infestation in each of sub sectors were: first, fishery sub sector with ICOR value = 5.79; second, plantation plant sub sector = 15.3 1 ; third, foodstuff plant sub sector = 18.94; fourthZy, farming sub sector and its products = 18.95;fiflh, forestry sub sector with ICOR value = 27.63. 3) These outcomes indicate that Harrod - Domar model less sufficient by reason of steady growth not yet completed. In other hand, from the capita2 eflcient view supposed that there is important role for determined yearly infestation. Recommendation that can be given: 1) to encourage regional economic growth and reinventing economic stability through government infestation based on consideration of the efficiency grade of ICOR value criterion. 2) To approve realization of capital efficiency on farming sector, improving farmer and bureaucrat quality is required. 3) To anticipate negative effect from free market system, i.e. the existence of market failure, government infestation role is vital part neither in performing allocation and stabilization function, with limitation as ship driver nor as ship paddle

Kata Kunci : Investasi Pertanian,Propinsi DIY


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.