APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN ARAHAN TERHADAP UNGSI PEMANFAATAN LAHAN DI KABUPATEN PURWOREJO
LALU TRASNE SATYA UTAMA HAKIM, Iswari Nur Hidayati, S.Si, M.S.i
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGSeiring berjalannya waktu perubahan penggunaan lahan mengalami peningkatan, sehingga perlu dilakukan antisipasi untuk meminimalisir perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan, karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang nantinya akan membawa kerugian bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Peta Arahan Penggunaan Lahan Terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan Kabupaten Purworejo. Elevasi penggunaan lahan saat ini terhadap arahan fungsi pemanfaatan lahannya. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (scoring) dan tumpangsusun (overlay). Pengharkatan dilakukan terhadap parameter-parameter kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan (pedoman pola rehabilitasi lahan dan konversi tanah). Semua parameter tersebut melewati proses pengharkatan untuk kemudian dilakukan overlay sehingga mendapatkan Peta Arahan Pungsi Pemanfaatan Lahan. Overlay juga dilakukan pada Peta Penggunaan Lahan dan Peta Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan Sehingga nantinya akan menghasilkan Peta Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan. Kawasan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman merupakan kawasan yang paling dominan dijumpai di Kabupaten Purworejo berdasarkan data penggunaan lahannya. Ketika analisis kesesuaian lahan selesai dilakukan, peruntukan yang paling dominan untuk Kabupaten Purworejo juga adalah kawasan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman, diikuti dengan kawasan fungsi budidaya tanaman tahunan yang merupakan wilayah yang mampu dibudidayakan. Kawasan fungsi lindung dan kawasan fungsi penyangga merupakan kawasan yang paling kecil luasan wilayahnya. Namun menunjang keberadaan masing-masing kawasan pemanfaatan (budidaya dan permukiman) sehingga tetap ada dan keberlanjutan tetap terjaga, maka kabupaten purworejo juga harus tetap memiliki kawasan fungsi lindung dan kawasan fungsi penyangga yang merupakan daerah penyokong bagi segala jenis kebutuhan mendasar.
Seiring berjalannya waktu perubahan penggunaan lahan mengalami peningkatan, sehingga perlu dilakukan antisipasi untuk meminimalisir perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan, karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang nantinya akan membawa kerugian bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Peta Arahan Penggunaan Lahan Terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan Kabupaten Purworejo. Elevasi penggunaan lahan saat ini terhadap arahan fungsi pemanfaatan lahannya. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (scoring) dan tumpangsusun (overlay). Pengharkatan dilakukan terhadap parameter-parameter kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan (pedoman pola rehabilitasi lahan dan konversi tanah). Semua parameter tersebut melewati proses pengharkatan untuk kemudian dilakukan overlay sehingga mendapatkan Peta Arahan Pungsi Pemanfaatan Lahan. Overlay juga dilakukan pada Peta Penggunaan Lahan dan Peta Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan Sehingga nantinya akan menghasilkan Peta Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan. Kawasan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman merupakan kawasan yang paling dominan dijumpai di Kabupaten Purworejo berdasarkan data penggunaan lahannya. Ketika analisis kesesuaian lahan selesai dilakukan, peruntukan yang paling dominan untuk Kabupaten Purworejo juga adalah kawasan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman, diikuti dengan kawasan fungsi budidaya tanaman tahunan yang merupakan wilayah yang mampu dibudidayakan. Kawasan fungsi lindung dan kawasan fungsi penyangga merupakan kawasan yang paling kecil luasan wilayahnya. Namun menunjang keberadaan masing-masing kawasan pemanfaatan (budidaya dan permukiman) sehingga tetap ada dan keberlanjutan tetap terjaga, maka kabupaten purworejo juga harus tetap memiliki kawasan fungsi lindung dan kawasan fungsi penyangga yang merupakan daerah penyokong bagi segala jenis kebutuhan mendasar.
Kata Kunci : kawasan Fundis lindung dan kawasan ungsi penyangga