CULTURE SHOCK YANG TERJADI PADA WARGA NEGARA KOREA YANG MENETAP DI YOGYAKARTA DALAM BERADAPTASI DENGAN BUDAYA LOKAL
GALUH KINANTI NAWANGWULAN, Yuni Wachid Asrori, S.S., M.A
2015 | Tugas Akhir | D3 BAHASA KOREATugas akhir yang berjudul Culture Shock yang Terjadi pada Warga Negara Korea yang Menetap di Yogyakarta dalam Beradaptasi dengan Budaya Lokal ini merupakan hasil wawancara pada responden-responden yang berada di Yogyakarta. Tugas akhir ini mendeskripsikan proses adaptasi masyarakat Korea yang berada di Yogyakarta, berupa kesan-kesan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi masyarakat Korea di Yogyakarta dalam bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan budaya lokal. Ada 2 cara beradaptasi bagi para responden, yaitu secara aktif dan secara pasif. Responden yang beradaptasi secara pasif mau tidak mau harus belajar bahasa dan budaya di tempat tinggal mereka yang baru karena di situlah mereka tinggal. Sedangkan responden yang belajar bahasa dan budaya lokal karena keinginannya sendiri merupakan responden yang beradaptasi secara aktif. Berdasarkan pengumpulan data dan pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Korea yang tinggal di Yogyakarta dalam hal menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kendala-kendala tersebut terdapat dalam hal penyesuaian terhadap lingkungan sekitar, perbedaan bahasa sehari-hari, ketidakcocokan makan, dan lain sebagainya.
The final project entitled ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½The Culture Shock Experienced by Koreans Living in Yogyakarta in Adapting to The Local Culture���¢�¯�¿�½�¯�¿�½ is the result of an interview with the respondents, which is Korean people who settled in Yogyakarta. The final project is made to describe the process of adaptation of the Koreans living in Yogyakarta, in the form of impressions and the difficulties they faced in socializing and adapting the local culture. There are two ways to the repondents to adaptating, actively and passively. The passively adapting respondents are learn a local language and local culture to blending with their living place. The respondents who learn a local language and local culture by their own desire are the respondents who adapting actively. Based on data collection and observation, known that there are many obstacles and difficulties faced by the Koreans living in Yogyakarta in terms of adjusting themselves to the environment. These constraints contained in terms of adaptation to the surrounding environment, differences in everyday language, incompatibility eating, and others.
Kata Kunci : Culture shock, Yogyakarta, orang Korea