PENGARUH MENGUNYAH KEJU SETELAH MAKAN KEMBANG GULA COKLAT TERHADAP PERUBAHAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA ANAK USIA 6 sampai 8 TAHUN
DEWI AYU KARINA, drg. Sri Kuswandari, M.S.,Sp.KGA(K).,PhD; Dr.drg.Indah Titien S,M.S.,Sp.KGA(K)
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIKembang gula coklat merupakan makanan manis yang banyak disukai anak-anak namun memiliki sifat kariogenik dan dapat menyebakan penurunan pH saliva. Penurunan pH saliva yang berkepanjangan dapat menyebabkan demineralisasi permukaan email gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengunyah keju setelah makan kembang gula coklat terhadap perubahan derajat keasaman (pH) saliva pada anak usia 6 sampai 8 tahun. Penelitian eksperimental semu dilakukan pada 20 anak dengan kriteria OHI-S baik dan def-t sedang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 (kontrol) memakan kembang gula coklat dan kelompok 2 (eksperimen) mengunyah keju setelah makan kembang gula coklat. Pengamatan terhadap pH saliva dilakukan sebelum memakan kembang gula coklat, 10 menit, 20 menit, dan 30 menit setelah makan kembang gula coklat. Crossing over dilakukan dengan masa jeda 1 minggu. Data nilai pH saliva antara memakan kembang gula coklat dan mengunyah keju setelah makan kembang gula coklat dianalisis dengan uji two ways repeated measures anova dilanjutkan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH saliva pada kedua kelompok mengalami penurunan drastis 10 menit setelah makan kembang gula coklat. Nilai pH saliva perlakuan mengunyah keju setelah makan kembang gula coklat mencapai nilai pH awal pada menit ke-20 [t= -0,09; p= 0,92], sedangkan pH saliva setelah perlakuan memakan kembang gula coklat belum mencapai nilai pH awal hingga menit ke-30 [t= 8,00; p= 0,00]. Disimpulkan bahwa mengunyah keju setelah makan kembang gula coklat dapat lebih cepat mengembalikan pH saliva pada pH awal pada anak usia 6 sampai 8 tahun. Kata kunci : pH saliva, mengunyah keju, kembang gula coklat
Chocolate candy has become children has favourite sweet but also known cariogenic and caused a decreasing salivary pH. Prolonged decreasing salivary pH could lead to enamel surface demineralization. The purpose of this research is to investigate the effect of chewing cheese after eating chocolate candy towards salivary pH changes on 6 until 8 years old children. This quasi-experimental research was done to 20 subjects who were divided to 2 groups with good OHI-S and fair deft-t. Group 1 (control) was treated with eating chocolate candy only while Group 2 (experiment) was chewing cheese after eating chocolate candy. The salivary pH value was observed first before eating chocolate candy (initial salivary pH), 10 minutes, 20 minutes, and 30 minutes after eating chocolate candy. Crossing over was done with one week interval. Salivary pH data between eating chocolate candy only and chewing cheese after eating chocolate candy was analyzed with 2-ways repeated measure ANOVA followed with paired sample T-test. The result showed that salivary pH was decreased drastically 10 minutes after eating chocolate candy in both group. The salivary pH observed in chewing cheese after eating chocolate candy group was found reached initial pH in 20 minutes [t=0,09; p=0,9], meanwhile the salivary pH after eating chocolate only has not been reached the initial pH in 30 minutes [t=8,00; p=0,00]. It was concluded that chewing cheese after eating chocolate candy could restore decreased salivary pH to initial pH faster than eating chocolate candy only on 6-8 years old children. Keywords: salivary pH, cheese chewing, chocolate candy
Kata Kunci : salivary pH, cheese chewing, chocolate candy