Dampak Kemitraan Petani Tebu dengan PG Trangkil Terhadap Usahatani Tebu di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati
RIZKI RACHMANITA, Ir. Roso Witjaksono, MS., Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed.
2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemitraan petani tebu dengan petani mitra dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menganalisa dampak kemitraan PG Trangkil terhadap usahatani tebu di Kecamatan Trangkil.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis.Sampel petani diambil secara acak sederhana, yaitu masing-masing 35 petani mitra dan 35 petani nonmitra.Data dianalisisdengan uji proporsi, analisis regresi linier berganda, dan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemitraan petani tebu dengan PG Trangkil masih tergolong rendah.Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemitraan petani tebu dengan PG Trangkil adalah tingkat keaktifan petani dalam mengikuti penyuluhan, yaitu semakin aktif petani dalam kegiatan penyuluhan maka tingkat kemitraan petani tebu dengan PG Trangkil semakin baik.Sedangkan umur petani, tingkat pendidikan petani, luas lahan garapan, lama bermitra, dan motivasi petani dalam mengikuti kemitraan tidak berpengaruh terhadap tingkat kemitraan petani tebu.Petani yang bermitra dengan PG Trangkil dibandingkan dengan petani nonmitra lebih baik dalam penyediaan sarana produksi, harga yang diperoleh, jaminan pasar, dan peningkatan produktivitas.
This study aims to determine the level of partnership between sugarcane farmers and Trangkil Sugar Factory, to identified factors which are influenced and to analyze the impact of partnership between Trangkil Sugar Factory and sugarcane farmers to the sugarcane bussiness in Trangkil Subdistrict. The basic method used in this study is a descriptive analysis method. Sampling as many as 35 partnership farmers and 35 nonpartnership farmers who lives in Trangkil Subdistrict conducted by simple random sampling. Data was analysed by proportion test, multiple linear regression analysis and T-test. The results of this study indicates that the level of partnership of sugarcane farmers and TrangkilSugar Factory is in low level. Farmers activity in extension program influenced positively to partnership level of sugarcane farmers and Trangkil Sugar Factory. The age of farmers, level of education, land used wideness, the period of partnership, and farmers�¢ï¿½ï¿½ motivation in partnership doesn�¢ï¿½ï¿½t give effect. Partnership farmers is better than nonpartnership farmers in availability of production materials aspect, price aspect, market guarantee aspect and the increased of productivity aspect.
Kata Kunci : partnership, Trangkil Sugar Factory, sugarcane bussiness