Laporkan Masalah

IMPLIKASI SPECIAL RELATIONSHIP TERHADAP HILANGNYA KEWAJIBAN AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMBERIKAN PRIMA FACIE DALAM UNDANG-UNDANG EKSTRADISI INGGRIS TAHUN 2003

DHIAR NUGRAHA P, Rochdi Mohan Nazala, SIP, MSA, M.Lit

2014 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Pasca treagedi 11 september 2001, Inggris dan Amerika Serikat menyepakati perjanjian baru ekstradisi. Perjanjian baru ini menjadi respon terhadap beberapa permasalahan terkait prosedur dan persyaratan ekstradisi yang membuat beberapa terduga dan tersangka teroris gagal diekstradisikan dalam kerangka war on terror. Berbagai macam kritik berkembang terkait perjanjian baru ekstradisi antara Inggris dan Amerika Serikat, mulai dari masalah penggunaan undang-undang ini untuk menjerat kejahatan bisnis, hingga permasalahan hak azasi manusia. Dari semua isu yang berkembang, isu yang paling utama dari undang-undang ini adalah mengenai masalah hilangnya kewajiban memberikan prima Prima Facie, hal ini membawa sebagian pihak berpendapat bahwa perjanjian baru ekstradisi antara Inggris dan Amerika Serikat yang dirangkum dalam undang undang ini, merupakan perjanjian yang tidak seimbang dan dianggap merugikan pihak Inggris. Media masa menyebut perjanjian ini sebagai unbalance treaty. Semua istilah itu merujuk pada hilangnya salah satu prinsip utama ekstradisi sejak terbentuknya yaitu prinsip resiprositas. Special relationship hadir sebagai konsep yang coba menjelaskan pola prilaku Inggris dan Amerika Serikat dalam menyepakati kerjasama ekstradisi dalam perjanjian yang baru. Sejarah panjang kedua negara, persamaan bahasa dan kedekatan personal antar pemimpin kedua pemimpin membentuk sikap dan kecenderungan kedua negara untuk bekerjasama dan saling mendukung satu sama lain.

After the tragedy of 11 September 2001, the United Kingdom and the United States agreed on a new extradition treaty. This new agreement be a response to some of the problems related to the procedures and requirements for extradition made some unexpected and failed terrorist suspects extradited within the framework of war on terror. Various kinds of criticism related to developing a new extradition treaty between Britain and the United States, ranging from the use of this law to ensnare business crime, to human rights issues. Of all the issues that developed, the most important issue of this legislation is the issue of the loss of their duty to provide prima prima facie, this leads some to argue that the new extradition treaty between Britain and the United States are summarized in this law, an agreement unbalanced and considered harmful to the UK. The media called the agreement as unbalance treaty. All terms that refer to the loss of one of the main principles of extradition since the formation of which is the principle of reciprocity. Special relationship present as a concept that try to explain the patterns of behavior between Britain and the United States when they agreed on new extradition agreement. The long history of the two countries, the english speaking nation idea and personal ties between the leaders of shaping attitudes and willingness of both countries to work together and support each other.

Kata Kunci : extradition, 9/11, war on terror, special relationship, UK Extradition Act 2003


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.