EVALUASI MANFAAT KERJA SAMA ANTAR RUMAH SAKIT DI LINGKUP MAJELIS KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MUHAMMADIYAH
M. NATSIR NUGROHO, DR. SP. OG., MHA, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, Ph.D.
2015 | Disertasi | S3 Ilmu KedokteranMuhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam di Indonesia yang didirikan 1912 dan saat ini mengelola sebanyak 76 buah rumah sakit dan 381 buah klinik termasuk klinik bersalin. Permasalahan timbul ketika diketahui adanya perbedaan dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyyah tersebut, yang berdampak pada tidak adanya standar pelayanan rumah sakit yang terintegrasi dan menyeluruh. Agar dapat bersaing, Muhammadiyyah perlu meninjau kembali sistim yang paling baik yang patut diterapkan pada tiap rumah sakitnya. Objek penelitian ini adalah Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RS MA) Jawa Tengah yang memiliki sistem otonomi luas dan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RS MA) Jawa Timur yang telah menggunakan sistem rantai nilai rs dalam jaringan manajemen terpadu yang baik (corporatization). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif diperoleh dengan wawancara dan observasi. Metode kuantitatif diperoleh darilembar kuisioner dan proses data sekunder yang diproses dengan uji multi varian dan dianalisa dengan analisa T2 hotelling. Model formulasi dari sistem manajemen terpadu dikembangkan dari model corporatization Preker, Harding dan Hua (2003) dan Model Rantai Nilai Rumah Sakit Swayne (2006). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam kegiatan utama mereka (pra layanan, layanan dan proses setelah layanan) dan juga dalam kegiatan pendukungnya (budaya organisasi, indikator klinik, kepemimpinan, struktur organisasi, sumber daya manusia, keuangan, logistik, pembelian terpusat, tehnologi medis, tehnologi informasi dan juga daya saing). Sistim Manajemen Terpadu RS MA Jawa Timur secara positif dipengaruhi oleh kegiatan utama dan pendukungnya dari Sistim Rantai Nilai Rumah Sakit menurut Swayne (2006). Dari hasil penelitian ini, sistim manajemen terpadu yang dikembangkan dari model corporatization menurut Preker, Harding, Hua dan Sistim Rantai Nilai Rumah Sakit menurut Swayne dapat dijadikan sebagai Sistum Manajemen Terpadu di semua RS MA Indonesia. Kata kunci: Sistim manajemen otonomi, Sistim manajemen terpadu (Korporatisasi), Sistim rantai nilai rumah sakit.
Muhammadiyah is the second largest Islamic organization after Nahdlatul Ulama (NU) and currently managing 76 hospitals and 381 clinics including maternity clinic. Eventually problems arise when there are differences in managing these hospitals. This could lead to unstandardized and unintegrated hospital services. In order to compete, Muhammadiyyah need to revisit the best system that could be applied to their hospital. The object of this study are Muhammadiyah Hospital- Aisyiyah (RS MA) Central Java which has a broad autonomy system and Muhammadiyah Hospital-Aisyiyah (RS MA) East Java who have been using integrated management systems (corporatization). This study uses qualitative and quantitative methods (Mixed Methods). Qualitative methods obtained by interview and observation. Quantitative methods are obtained from questionnaire sheets and process secondary data which is processed by a multi variant testing and analyzed with analysis of T2 hotelling. Model formulation of an integrated management system is corrected with Preker corporatization model, Harding and Hua (2003) and the Hospital Value Chain Model Swayne (2006). The results shows a significant difference between Central Java and East Java, especially in their main activities (pre-service, services and processes after the service) and also in supporting activities (cultural organizations, clinical indicators, leadership, organizational structure, human resources, finance, logistics, centralized purchasing, medical technology, information technology and competitiveness). The integrated management system of RS MA East Java is positively influenced by the main and supporting activities of the Hospital Value Chain Systems by Swayne (2006). Regarding the results, integrated management system which is corrected by Preker, Harding and Hua corporatization model and Hospital System Value Chain by Swayne can be used as an Integrated Management System in all RS MA. Keywords: Autonomy management systems, integrated management system (corporatization), hospital value chain system.
Kata Kunci : Sistim manajemen otonomi, Sistim manajemen terpadu (Korporatisasi), Sistim rantai nilai rumah sakit; Autonomy management systems, integrated management system (corporatization), hospital value chain system