Laporkan Masalah

MOTIVASI PETANI MENEBANG KAYU DI LAHAN HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Kabupaten Gunungkidul)

BIO RISMANTO PUTRA, Silvi Nur Oktalina, S. Hut, M. Si

2015 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui motivasi petani menebang atau memanen hasil hutan rakyat yang berupa kayu, kemudian untuk mengetahui fluktuasi volume penebangan kayu rakyat dalam suatu periode waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang disebar kepada 30 orang responden yang bekerja sebagai petani atau memiliki lahan hutan rakyat di setiap desa sehingga total jumlah responden di kedua desa adalah 60 orang. Kemudian teknik pengumpulan data dengan dokumen ini digunakan untuk memperoleh data sekunder yang dapat menunjang analisis data primer. Data yang diambil adalah data SKAU yang memuat laporan pengeluaran volume banyaknya kayu yang dijual setiap bulannya. Pada desa Nglanggeran motivasi desa Nglanggeran adalah akan digunakan untuk biaya pendidikan dengan persentase 70%, biaya kesehatan dengan persentase 63,33% dan biaya merenovasi rumah dengan persentase 66,66% sedangkan di desa Sodo, motivasi petani menebang kayu adalah biaya renovasi rumah dengan persentase 70%, biaya pendidikan dengan persentase 53,33% dan menebang karena mengganggu lingkungan sekitar dengan persentase 46,67%. Fluktuasi atau pengeluaran kayu disetiap desa berbeda-beda, baik bulannya maupun volume yang di hasilkan. Pada data SKAU di tahun 2013 dapat di simpulkan di desa Nglanggeran pengeluaran kayu paling banyak ada di bulan Januari dan Febuari dengan total volume 169,580 m3 dan 195,008 m3 dan pada desa Sodo pengeluaran kayu paling banyak ada di bulan Juni dan Desember, dengan total volume 139,537 m3 dan 85,251 m3.

The purpose of this study was to determine the motivation of farmer's to logging or harvest forest products of the people in the form of wood, and then to determine the fluctuations in the volume logging in a certain time period. This study used a survey method. Data were collected using a questionnaire that was distributed to 30 respondents who worked as farmers or landless people in each village forest so that the total number of respondents in the village is 60 people. Then the data collection techniques used in this document to obtain secondary data to support analysis of primary data. The data is taken from the data SKAU expense reports containing the number of timber volume sold each month. In the village of Nglanggeran, farmer's motivation to logging is to be used for education costs with a percentage of 70%, the cost of health with 63.33% and the percentage of the cost of renovating the house with the percentage of 66.66%, while in the village of Sodo, the motivation of farmers to cut timber to cost of renovating the house with the percentage 70%, the cost of education with the percentage of 53.33% and cut down for disturbing the surrounding environment with a percentage of 46.67%. Fluctuations or wood expenditure in each village different, either monthly or volume produced. In the data SKAU in 2013 can be concluded in the village of Nglanggeran, wood spending more in January and February with a total volume of 169.580 m3 and 195.008 m3 and the village Sodo wood spending more in June and December, with a total volume of 139.537 m3 and 85.251 m3.

Kata Kunci : Motivasi petani menebang, Hutan rakyat, SKAU/ Motivation farmers logging, Forest folk, SKAU

  1. D3-2015-320942-abstract.pdf  
  2. D3-2015-320942-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-320942-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-320942-title.pdf