Laporkan Masalah

Pemetaan Kesesuaian Lahan Untuk Jahe, Sereh, dan Kayu Putih di Sub DAS Wuryantoro Bagian Tengah, Wonogiri

RACHMA ADHIYAKSA, Ir. Anjal Anie Asmara, M.Si.; Ir. Susilo

2015 | Skripsi | S1 ILMU TANAH

Pengaruh vegetasi yang ada di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah sangat penting dalam usaha mencegah aliran permukaan dan erosi. Jahe, sereh, dan kayu putih dipilih sebagai tanaman konservasi tanah dan air karena memiliki daya adaptasi yang baik di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah dan bernilai ekonomis tinggi dengan berbagai manfaatnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2014 di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah, Wonogiri dan di laboratorium Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan dan membuat peta rekomendasi pengembangan usaha budidaya jahe, sereh, dan kayu putih di Sub DAS Wuryantoro, Wonogiri.Tahap penelitan dimulai dari penyiapan peta kerja yang dibuat dari tumpang susun (overlay) peta tanah, lereng dan landuse yang menghasilkan satuan peta lahan (SPL).Selanjutnya survei untuk pengamatan karakteristik lahan seperti : drainase, tekstur, bahan kasar, kedalaman tanah, lereng, bahaya erosi, genangan, batuan di permukaan dan singkapan batuan. Penentuan titik sampel tanah dengan metode stratified random sampling atau pengambilan sampel secara terstrata acak dan pengambilannya dengan metode (disturbed soil sample) pengambilan sampel tanah terganggu. Analisis laboratorium meliputi : KPK, pH H2O, C-organik dan salinitas tanah. Dari hasil penelitian didapatkan kelas kesesuaian lahan aktual untuk jahe, sereh, dan kayu putih di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah adalah S2, S3 dan N dengan faktor pembatas berbeda-beda. Luas wilayah rekomendasi pengembangan usaha budidaya jahe, sereh, dan kayu putih di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah sebesar 1.271 ha (17,2%) dari luasan 7.408 ha (100%). Nilai B/C (Benefit Cost Ratio) pada ketiga tanaman tersebut > 1% yang berarti layak untuk menjalankan usaha tani.

The effect of existing vegetation in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed is very important in order to prevent runoff and erosion. Ginger, lemongrass and cajuput selected as soil and water conservation plants because it has a good adaptability in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed and high economic value to the various benefits. This study was conducted from February to April 2014 in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed and in the laboratory of Soil Department, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta. This study aims to determine the land suitability classes and create a map on the development of the cultivation of ginger, lemongrass and cajuput in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed, Wonogiri. Research phase starts from the preparation work that made the map overlaying maps of soil, slope and landuse maps which produces land mapping units (LMU). Further surveys for observating land characteristics such as drainage, texture, coarse material, soil depth, slope, erosion, inundation, and surface rock outcrop. Determination of soil sample points stratified random sampling method and their extraction methods disturbed soil samples (disturbed soil sampling). Laboratory analyzes included : cation-exchange capacity (CEC), pH (H2O), C-organic and soil salinity. From the results, the actual land suitability classes for ginger, lemongrass and cajuput in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed is S2, S3 and N with different limiting factors. The total area of the development on the cultivation of ginger, lemongrass and cajuput in the middle part of Wuryantoro Sub-watershed of 1.271 ha (17,2%) of the area of 7.408 ha (100%). The B/C (Benefit Cost Ratio) at the three plants > 1%, it means that area feasible to agriculture business.

Kata Kunci : mapping, land suitability, the middle part of Wuryantoro Sub-watershed

  1. S1-2015-283978-abstract.pdf  
  2. S1-2015-283978-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-283978-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-283978-title.pdf