Acarina pada Perkebunan Salak di Desa Trumpon, Sleman dan Desa Jeruk Agung, Magelang
YESSY ANNA PRATIWI, Soenarwan Hery Poerwanto., S.Si., M.Kes ; Dr.rer.nat. Andhika Puspito Nugroho ; Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S
2015 | Skripsi | S1 BIOLOGISalak pondoh merupakan salah satu tanaman hortikultura yang digemari masyarakat dan memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Salah satu penghasil komoditas salak pondoh unggulan adalah Desa Trumpon, Sleman dan Desa Jeruk Agung, Magelang. Kendala yang dihadapi oleh petani salak adalah serangan hama dari OPT (Organisme Penganggu Tanaman) salah satunya Acarina. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis Acarina yang hidup di perkebunan salak pada kedua tempat tersebut berikut peranannya, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keanekaragaman Acarina pada kedua tempat tersebut. Penelitian dilakukan selama bulan Maret-Juli 2014 dengan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret-Mei 2014 di Perkebunan salak Desa Trumpon dan Desa Jeruk Agung. Identifikasi Acarina dilakukan di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Biologi UGM pada bulan Mei-Juli 2014. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling kemudian di setiap tempat dibagi menjadi 3 zona dengan setiap zona diambil 10 titik sampling. Isolasi Acarina dilakukan menggunakan Tullgreen sedangkan preparasi Acarina menggunakan larutan Hoyers. Analisis data menggunakan metode Shanon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis Acarina dari 17 famili pada kedua tempat tersebut. Keanekaragaman Acarina lebih tinggi di Desa Trumpon dengan 27 spesies dibandingkan Desa Jeruk Agung yang hanya ditemukan 11 jenis.
Pondoh is one of the horticultural crops are popular with the public and have a fairly high commercial value. One of the commodity producing pondoh is Trumpon village, Sleman and Jeruk Agung village, Magelang. The purpose of research is to determine the type Acarina live in bark plantation in both places following his role, and determine the factors that influence differences Acarina diversity in both places. The study was conducted during the months of March to July 2014, sampling was conducted in March-May 2014 at bark plantation Trumpon Village and Jeruk Agung Village. Identification Acarina conducted at the Laboratory of Parasitology, Faculty of Biology UGM in May-July 2014. Sampling was done by sampling then in every place is divided into 3 zones with each zone is taken 10 sampling points. Isolation Acarina performed using Tullgreen while Acarina preparation using Hoyers solution. Data analysis using Shannon-Wiener. The results showed that found 29 species of Acarina of 17 families in both places. Acarina higher diversity in the Trumpon village with 27 species compared Jeruk Agung village found only 11 species.
Kata Kunci : Acarina, salak, Trumpon, Jeruk Agung