Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA (Studi di SMP N 2 Imogiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul)

SURYATMAJA, Krisdyatmiko S.Sos, M.Si

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Pada tahun 2010, SMP N 2 Imogiri telah mengembangkan program Sekolah Siaga Bencana. Program ini bertujuan untuk membangun budaya sekolah yang aman dari bencana. Namun, salah satu yang menjadi permasalahan yang belum diketahui adalah bagaimanakah implementasi program Sekolah Siaga Bencana di SMP N 2 Imogiri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Sekolah Siaga Bencana di SMP N 2 Imogiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yang diambil adalah SMP N 2 Imogiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dengan melibatkan guru dan siswa sebagai informan utama dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan dari wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Untuk triangulasi data, dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengamatan di SMP N 2 Imogiri dengan data hasil wawancara yang diberikan oleh para informan, membandingkan sejauhmana tingkat pengetahuan murid-murid SMP N 2 Imogiri tentang progam Sekolah Siaga Bencana, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen Rencana Aksi Sekolah SSB SMP N 2 Imogiri dan membandingkan parameter, indikator, dan verifikasi Sekolah Siaga Bencana yang ditetapkan oleh Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia dengan parameter, indikator, dan verifikasi Sekolah Siaga Bencana yang ada di SMP N 2 Imogiri. Dengan data yang telah dikategorisasikan tersebut implementasi program Sekolah Siaga Bencana dideskripsikan kemudian dikaji apakah keterlaksanaan program tersebut sudah maksimal atau belum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) sikap dan tindakan guru dan siswa dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana di SMP N 2 Imogiri telah dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan siaga bencana antara lain: sosialisasi, pengintegrasian program Sekolah Siaga Bencana dalam mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta simulasi. (2) Kebijakan sekolah yang telah dilaksanakan adalah Surat Keputusan Kepala Sekolah, Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) bencana gempa bumi, Penyusunan media visual peta dan jalur evakuasi sebagai informasi yang selalu dapat diakses oleh unsur-unsur sekolah. (3) Perencanaan kesiapsiagaan yang telah dilaksanakan antara lain dengan penyusunan dokumen penilaian risiko bencana, adanya Rencana Aksi Sekolah (RAS) yang disusun secara berkala, tersedianya sistem peringatan dini, peta evakuasi sekolah dan prosedur tetap kesiagaan sekolah. (4) Mobilisasi sumberdaya dilaksanakan dengan renovasi bangunan fisik sekolah, perbaikan fasilitas sekolah dan kerjasama yang baik dengan stakeholder eksternal sekolah. Secara keseluruhan program Sekolah Siaga Bencana di SMP N 2 Imogiri dapat dikatakan telah diimplementasikan.

In 2010, SMP N 2 Imogiri has developed a Disaster Preparedness School program. The program aims to build a school culture that is safe from disaster. However, one of which is a problem that is not known is how the implementation of Disaster Preparedness School program in the SMP N 2 Imogiri. This study aimed to describe the implementation of Disaster Preparedness School program in SMP N 2 Imogiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. This study method used a qualitative approach. Location of research undertaken is SMP N 2 Imogiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul by involving teachers and students as key informants in the study. This study used primary and secondary data obtained from interviews, observations, and document analysis. For triangulation of data, carried out by comparing the results of observations in SMP N 2 Imogiri with data from interviews given by the informant, to compare the extent of the level of knowledge of students of SMP N 2 Imogiri on Disaster Preparedness School program (SSB), comparing the results of interviews with documents Action Plan for School SSB SMP N 2 Imogiri and compare the parameters, indicators, and verification of Disaster Preparedness School set by the Consortium for Disaster Education (CDE) Indonesia with parameters, indicators, and verification of Disaster Preparedness School in SMP N 2 Imogiri. With the data that has been categorized Disaster Preparedness Schools program implementation described then examined whether adherence to the program has a maximum or not. From these results it can be concluded that (1) the attitude and actions of teachers and students in the implementation of Disaster Preparedness School in SMP N 2 Imogiri have been implemented to improve the knowledge of disaster preparedness include: socialization, integration Disaster Preparedness Schools programs in subjects and extracurricular activities , as well as simulation. (2) school policy that has been implemented is the Decree of the Head of School, Standart Operational Prosedure (SOP) earthquake, preparation of visual media as an evacuation route maps and information can always be accessed by elements of the school. (3) preparedness planning that have been implemented include the preparation of disaster risk assessment document, the existence of the School Action Plan are arranged on a xiv regular basis, the availability of early warning systems, evacuation of schools and school readiness standard procedure. (4) Mobilization of resources held by the physical renovation of school buildings, improvement of school facilities and good cooperation with external stakeholders of the school. Overall Disaster Preparedness School program in SMP 2 Imogiri can be said to have been implemented.

Kata Kunci : Implementasi, Program Sekolah Siaga Bencana, Parameter, Penelitian Kualitatif