PERANAN TIM PANGAN DESA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI KABUPATEN SLEMAN
ISTIANA PRIMADITA SURYANINGSIH, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si; Ir. Roso Witjaksono, M.S
2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANProgram Desa Mandiri Pangan merupakan program yang dibentuk oleh Badan Ketahanan Pangan sejak tahun 2006. Program tersebut dibentuk untuk memperbaiki konsumsi pangan dan status gizi masyarakat. Komponen yang tersusun dalam program tersebut yaitu tim pendamping, tim pangan desa, lembaga keuangan desa, dan kelompok afinitas. Penelitian tentang peranan tim pangan desa dalam pelaksanaan program desa mandiri pangan di Kabupaten Sleman bertujuan untuk mengetahui tingkat peran tim pangan desa dalam pelaksanaan program desa mandiri pangan, mengetahui pengaruh tingkat peran Tim Pangan Desa dan faktor-faktor lainnya terhadap pelaksanaan program desa mandiri pangan, dan mengetahui pengaruh pelaksanaan program desa mandiri pangan terhadap tingkat keberhasilan kegiatan program desa mandiri pangan di wilayah Kabupaten Sleman. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang yang diambil dari Desa Sendangagung sebanyak 30 responden yang diketahui sebagai desa yang telah mencapai tahap mandiri dan 30 responden dari Desa Margo Mulyo yang diketahui sebagai desa yang baru mencapai tahap pengembangan dalam pelakasanaan program desa mandiri pangan. Analisis data menggunakan skoring likert, dummy variable, dan regresi linear yang diolah dengan software SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat peran tim pangan desa tergolong kadang-kadang dalam menjalankan perannya sebagai komunikator, fasilitator, motivator, dan inovator serta tidak ada pengaruh antara peran Tim Pangan Desa terhadap pelaksanaan program desa mandiri pangan. Faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program desa mandiri pangan yaitu persepsi dan peran penyuluh yang pengaruhnya negatif. Hal tersebut terjadi karena materi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan anggota kelompok afinitas.
Desa Mandiri pangan program is a program established by Badan Ketahanan Pangan since 2006. The program was established to improve food consumption and nutritional status of society. The components were arranged in the program are a companion team, a team of village food, rural financial institutions, and affinity groups. Research on the role of village food team in the implementation of desa mandiri pangan program in Sleman was aimed to know the level of the village food team role in the implementation of desa mandiri pangan program, know the effect of the role of the Food Team Village and other factors on the implementation of the desa mandiri pangan program, and know the effect program implementation on the level of desa mandiri pangan program success of the desa mandiri pangan program in Sleman. The methodology used in this research was simple random sampling with the number of respondents as many as 60 people were taken from Sendangagung village as many as 30 respondent was known as a village that had been reached stage of independent in desa mandiri pangan program and 30 respondents from the village Margo Mulyo was known as village which was reached the stage of development. The data obtained and analyzed with a Likert scoring, dummy variables, and linear regression were all processed with SPSS 16.00. The results showed that the level of team roles village food is sometimes in drake of role as communicator, fasilitator, motivator, and innovator, and also there was no influence between the role of the Village Food Team on the implementation of desa mandiri pangan program. As for the other factors that influence on the implementation of desa mandiri pangan program that is the perception and role of extension which is known negative effects. It is became matter that gone not consistent with well earned member of afinity groups.
Kata Kunci : Peranan, Tim Pangan Desa, Mandiri Pangan, Role, Village Food Team