Laporkan Masalah

INTEGRASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIUNTUK PEMANTAUAN KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2014 TERHADAP RENCANA POLA RUANG TAHUN 2011 - 2031 DI KECAMATAN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA

MUH. HARDI, Like Indrawati S.,Si.,M.,Sc

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Penelitian ini bertujuan untuk memantau keselarasan antara Penggunaan lahan dengan rencana pola ruang di Kecamatan Mergangsan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Quickbird Kota Yogyakarta tahun 2013 dan Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Mergangsan Tahun 2011-2031. teknik analisis overlayyang digunakan dalam penelitian ini denganmenggabunkan antara Peta Penggunaan Lahan Tahun 2014 dengan Pola Ruang tahun 2011 sampai 2031 untuk menghasilkan peta keselarasan. Pertumbuhan penduduk sangat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di wilayah Kecamatan Mergangsan karena penduduk akan memerlukan ruang dalam pembangunan akan tempat tinggal. Penggunaan lahan tahun 2014 di Kecamatan Mergangsan didominasi oleh peruntukan perumahan dengan persentase 62,45 % dari seluruh luas wilayah Kecamatan Mergangsan dan peruntukan kawasan perdagangan dan jasa terdapat di sepajang jalan arteri Kecamatan Mergangsan hal ini disebabkan karena dekat dengan pusat Kota Yogyakarta sehingga besar pengaruh untuk mengembangkan peruntukan tersebut. Hasil analisi Overlay dengan mengabungkan antara penggunaan lahan dengan rencana pola ruang persentase keselarasan mencapai 76 persen,sedangkan tidak selaras mencapai 24 persen. Hasil kegiatan penelitian ini juga menunjukkan bahwa citra satelit Quickbird sangat baik digunakan untuk memantau jenis penggunaan lahan di wilayah perkotaan.dengan ketelitian interpretasi sebesar 91,6 persen. Dikatakan baik menurut (purwadhi 2001) nilai ketelitian interpretasi harus memenuhi syarat lebih besar dari 70 persen

This study aimed to monitor the alignment between land use spatial pattern in the district plan Mergangsan by utilizing remote sensing and geographic information systems. Materials used in this study is Quickbird satellite image of Yogyakarta in 2013 and Map Plan Regional Spatial Pattern Mergangsan District of the Year 2011-2031. overlay analysis technique that used in this study combine between Land Use Map 2014 with Pattern Space in 2011-2031 to produce a map alignment. Population growth greatly affect land-use change in the District Mergangsan because the population will need space for housing development. Land use in 2014 in the District Mergangsan dominated by residential allotment with the percentage of 62.45% of the entire area of the District of Mergangsan and allotment area of trade and services contained on the arterial road along Mergangsan District of it is due to close to the center of Yogyakarta so much influence to develop such designation. Overlay analysis combines the results with the land use plan space pattern alignment percentage reached 76%, while 24% are not aligned. The results of this research also shows that very good Quickbird satellite imagery is used to monitor the types of land use in urban areas. the interpretation of 91.6% accuracy. Said to be good according to (purwadhi 2001) value must qualify the interpretation accuracy greater than 70%

Kata Kunci : penggunaan lahan, Pola ruang, CitraQuickbrid, penginderaan jauh dan sistem informasi geografi