Laporkan Masalah

Pemanfaatan Citra Quickbird dan SIG Untuk Pemetaan Kesesuaian Teknik Konservasi Sipil-Teknis Pada Lahan Pertanian Kasus di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah

ERISA AYU WASPADI P, Bowo Susilo, S.Si., M.T.

2014 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penerapan teknik konservasi yang tepat merupakan solusi bijaksana untuk meminimalisasi kerugian baik ekologis maupun ekonomis; akibat ketidak sesuaian pemanfaatan lahan di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Namun demikian, sebagian besar petani di kawasan tersebut masih cenderung mengikuti trend atau pola yang sudah ada dalam memilih jenis teknik konservasi. Sedangkan pemilihan jenis teknik konservasi harus didasarkan pada kondisi fisik lahan sehingga upaya konservasi dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian pemilihan teknik konservasi yang diterapkan pada lahan pertanian di wilayah tersebut. Dalam mengevaluasi kesesuaian teknik konservasi, terlebih dahulu dilakukan interpretasi terhadap jenis konservasi aktual, analisis kondisi fisik wilayah, dan pembuatan peta arahan konservasi berdasarkan pertimbangan kondisi fisik lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual untuk mendapatkan informasi terkait kondisi aktual jenis teknik konservasi. Sedangkan informasi mengenai kondisi fisik lahan diperoleh dengan analisis kondisi geomorfologi. Informasi mengenai kondisi fisik lahan tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar pembuatan peta arahan konservasi, dimana dilakukan dengan analisis arithmetic matching. Sedangkan kesesuaian penerapan jenis teknik konservasi dapat diketahui dengan menumpang-susunkan peta arahan konservasi dengan peta konservasi aktual. Hasil interpretasi citra Quickbird tahun 2006 dengan akurasi sebesar 88.9% menunjukkan bahwa 49% dari lahan pertanian di Kecamatan Kejajar menerapkan teras gulud. Sementara lahan pertanian pada wilayah tersebut mayoritas terdapat pada kemiringan lereng 10- 60%, bertekstur tanah sedang hingga halus, serta memiliki ketebalan tanah lebih dari 90cm yang seharusnya justru diterapkan teras bangku sebagai upaya konservasinya. Sehingga hal tersebut mengakibatkan 60.03% dari lahan lahan pertanian pada wilayah tersebut belum menerapkan teknik konservasi yang sesuai dengan kondisi fisiknya.

Applying the right conservation techniques in cultivated land is a wise solution to minimalize both ecological and economical loss that caused by inappropriate of landuse in Dieng Plateau Complex. However, most of the farmers prone to choose the most common types of conservation techniques have been applied in those areas. Whereas to choose the most appropriate conservation techniques to be applied, the farmers should consider physical land condition specifically; so the attempt could get optimum result. The aim of this research that has been applied in Kejajar District is to evaluate the suitability of conservation techniques in the study areas. An interpretation of existing types of conservation techniques using Quickbird imagery, analyzing of physical land characteristic, and making an advisory map has been done beforehand. The method that used in this research are 1) visual interpretation to extract information about existing types of conservation techniques; 2) a qualitative analysis of geomorphological unit of Kejajar District to extract information about land physical characteristic; 3) arithmetical matching analysis about land physical characteristic in order to made an advisory map; and 4) overlaying the advisory map and existing conservation techniques map to analyze it's suitability. The interpretation result of Quickbird with 88.9% accuracy showed that ridges terraces were applied in the 49% of cultivated land in Kejajar District. Whereas the most cultivated lands are located at 10-60% slope steepness, medium till fine grained texture and more than 90 cm of soil thickness that should be applied for bench terrace as conservation efforts. That's all caused 60.03% of cultivated lands in study area are not applied suitable conservation techniques yet, based on the physical character of those areas.

Kata Kunci : Erosi tanah, Teknik Konservasi, Lahan Pertanian, Citra Quickbird


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.