EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN JEMBATAN BETON PRATEGANG KRASAK II DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DENGAN METODE GETARAN
MELANIA NOFENA WM, Prof. Ir. Hrc. Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik SipilEvaluasi kenyamanan jembatan terhadap getaran dilakukan pada jembatan prategang Krasak II, DIY. Panjang jembatan 132 meter terdiri dari 3 bentang utama berupa sistem balok sederhana sepanjang 44 meter. Getaran merupakan salah satu indikator penurunan keamanan jembatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat kenyamanan jembatan untuk pejalan kaki dan mengetahui persepsi responden terhadap getaran jembatan. Evaluasi kenyamanan getaran dilakukan dengan pengujian getaran menggunakan accelerometer dan survai responden terhadap getaran. Terdapat pada 3 titik pengamatan (channel), posisi masing-masing channel berada pada tengah bentang. Pengujian pada ketiga channel dilakukan secara bersamaan dan direkam menggunakan alat DEWE-43 yang mempunyai kemampuan mengubah sinyal analog getaran menjadi data digital. Alat DEWE-43 kemudian dihubungkan dengan laptop dan diolah menggunakan program DEWESoft X1 menjadi sinyal dalam domain frekuensi dan waktu. Hasil uji getaran kemudian diplotkan pada grafik Bolt, Beranek dan Newman, grafik Reiher dan Meister, dan grafik Janeway (Roeder,2002). Disamping itu, dilakukan juga survai persepsi responden terhadap getaran pada channel 1. Proses selanjutnya adalah mengubah data getaran pada grafik kenyamanan getaran menjadi skala penilaian. Skala penilaian getaran pada grafik kenyamanan getaran kemudian dibandingkan dengan persepsi responden mengunakan software SPSS 22.0 metode Mann-Whitney. Pengujian getaran dengan sensor accelerometer menghasilkan nilai frekuensi berkisar antara 3-3,2 Hz dan nilai percepatan terendah dan tertinggi berdasarkan analisis FFT hasil program DEWESoft X1 dan FFT based on averaging method berturut-turut 0,0013g dan 0,007g. Tingkat kenyamanan jembatan pada ketiga bentang dengan analisis FFT dan FFT based on averaging method berdasarkan grafik Reiher dan Meister berada pada zona “terasa†dengan perkiraan beban maksimum kendaraan 5-25 ton yaitu truk besar tiga sumbu, sedangkan berdasarkan grafik Janeway jembatan berada pada zona “nyaman†di ketiga bentangnya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi antara responden laki-laki dan perempuan terhadap getaran. Kata Kunci : frekuensi, jembatan beton prategang, percepatan, skala penilaian
Bridge evaluation research for vibration comfort was held on Krasak II prestressed concrete bridge in Yogyakarta. The overall length of the bridge is 132 metres, which consists of 3 simple spans of 44 metres long for each span. The objectives of this research are to study the comfort of bridge vibration for pedestrians and human response to bridge vibration due to daily traffic. Vibration comfort evaluation is conducted on the bridge by series of vibration test and respondents survey to bridge vibration. There were 3 observing points (channels) located at the middle of each span. Vibration data are collected simultaneously and recorded using DEWE-43 device, which has the capability to alter analog signal of vibration into digital data. Then, the DEWE-43 device is connected to laptop and vibration digital data are treated into signals in time and frequency domains using DEWESoft X1 program. The vibration test results are plotted into Bolt, Beranek and Newman, Reiher and Meister and Janeway comfort criteria (Roeder, 2002). Besides that, survey was conducted to perceive respondent perceptions of vibration at the middle of the first span. Furthermore, the next process is to alter numerical data of vibrations into ordinal data or assessment scales. Ordinal data of vibration are compared with respondents perception using Mann-Whitney method in SPSS 22.0 software. Results from accelerometer show that bridge frequency values approximately around 3-3.2 Hz, minimum and maximum accelerations according to FFT and FFT based on averaging method are consecutively 0.0013g and 0.007g. Bridge displacements are determined and compared to the comfort criteria by Reiher and Meister. The result of these three channels (according FFT and FFT based on averaging method) defined as “distinctly perceptible†with estimated maximum vehicle loads 5-25 ton (big truck with three axles). And according to Janeway’s comfort limit criteria, the bridge fitted in “comfort zone†on the three spans. Statistical results indicate that there are no perception differences between male and female respondents due to bridge vibration. Keywords: frequencies, prestressed concrete bridge, acceleration, comfort criteria
Kata Kunci : frekuensi, jembatan beton prategang, percepatan, skala penilaian; frequencies, prestressed concrete bridge, acceleration, comfort criteria