Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP DISTRIBUSI KUKANG JAWA( Nycticebus javanicus) PADA FRAGMEN HUTAN DI TEMANGGUNG

FIKRI AHMAD HAKIM SIREGAR, Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Aktivitas manusia memiliki dampak potensial pada kehadiran satwa liar, terutama untuk spesies samar seperti kukang Jawa (Nycticebus javanicus) . Hutan Lindung Kemuning adalah hutan alam yang terletak di Kabupaten Temanggung dengan berbagai aktivitas penggunaan lahan oleh manusia yang terkena dampak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan keberadaan kukang Jawa dan hubungannya dengan aktivitas manusia pada fragmen hutan di Temanggung Jawa Tengah. Untuk mendapatkan informasi dasar, tentang keberadaan hewan primata lambat ini, gabungan survei sosial dan observasi lapangan dilakukan pada bulan Agustus ke Sepetember 2014 di Hutan Lindung Kemuning Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Wawancara metode snowball sampling dengan pemburu lokal dan masyarakat setempat dilakukan untuk mengumpulkan distribusi sebelumnya tentang keberadaan primata kecil ini. Survei malam dilakukan untuk mengkonfirmasi antara informasi dari responden dan distribusi primate saat ini. Informasi habitat termasuk keberadaan aktivitas manusia, jarak dari pemukiman, jarak dari jalan utama dan jalan setapak juga dikumpulkan. Menurut pengetahuan lokal, distribusi kukang Jawa berada di tujuh lokasi yaitu Nganjir, Petet, Balong, Keceh, Tileng, Nglangon, dan Ngleter. Namun, survei malam kukang Jawa hanya ditemukan di tiga lokasi yaitu Nganjir, Keceh, dan Ngleter. Secara total, delapan individu yang tercatat dengan dua individu di Nganjir serta Keceh dan sisanya berada di Ngleter. Meskipun data kehadiran kukang Jawa tidak banyak, tapi kecenderungan adanya kukang Jawa adalah menghindari jalan utama dan pemukiman, tapi tidak pada jalan setapak dan daerah pertanian (perkebunan kopi terutama) di sekitar hutan lindung. Puncak musim panen kopi di daerah sekitarnya mungkin menjelaskan mengapa primata ini tidak menghindari jalan setapak dan perkebunan kopi.

Human activities have potential impact on the presence of wildlife, particularly for cryptic species such as Javan slow lories (Nycticebus javanicus).Kemuning protected forest is a remained natural forest in Temanggung district and surrounding by various human affected landuse. This research aims to discover the presence of Javan slow loris and its relation with human activities in the forest fragment in Temanggung Central Java. To establish base line information for the presence of Javan slow lories, a combined social survey and field observation was carried out during August to Sepetember 2014 in Kemuning protected forest of Temanggung District Central Java. A snowball sampling interview with local hunters and local people was done to collect previous distribution of this small primate. Night surveys were carried out to confirm between information from our respondent and current distribution of this primate. Habitat information including the presence of human activities, distance from villages, distance from main road and paths were also collected. According to local knowledge, the distribution of the Javan slow lories were in seven locations i.e. Nganjir, Petet, Balong, Keceh, Tileng, Nglangon, and Ngleter. However, the night survey confirmed that Javan slow lories was only found in three locations i.e. Nganjir, Keceh, and Ngleter. In total, eight individuals were detected with two individuals in Nganjir, also in Keceh and the rest were in Ngleter. Although the data of the presence of Javan slow lories were not a lot, but the tendency of the presence of Javan slow lories were avoiding main roads and villages but not walking paths and agricultural area (mainly coffee plantation) surrounding the protected forest. The peak season of coffee harvesting in the surrounding area might explain why this primate did not avoid walking paths and coffee plantation.

Kata Kunci : Distribusi satwa, primata, konservasi, hutan lindung