Laporkan Masalah

Pola Budidaya Durian (Durio zibethinus) pada Sistem Pekarangan di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul

JODHI ARIF PRAMUDITO ABSORO, Dr.Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.

2015 | Skripsi | S1 BUDIDAYA HUTAN

Intensifikasi pengelolaan lahan berbasis pekarangan saat ini menjadi penting karena semakin berkurangannya lahan produktif. Salah satu bentuk intensifikasi pekarangan yaitu dengan budidaya durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola budidaya durian yang berkembang di lahan pekarangan dan mengetahui kegiatan silvikultur tradisional dalam pengelolaan pekarangan berbasis durian. Penelitian ini dilakukan di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Adapun metode yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan syarat dalam pekarangan terdapat minimal 3 tanaman durian dan telah ada yang berproduksi. Jumlah sampel yang diamati sebanyak 30 lahan pekarangan. Teknik sensus digunakan pula untuk mengetahui vegetasi penyusun pada pekarangan. Hasil penelitian menunjukkan pola tanaman durian pada sistem pekarangan yaitu Trees Along Border, Alternate Rows, dan Random Mixture. Adapun kombinasi komponen penyusunnya yaitu durian-rambutan, durian-kakao, dan durian-sengon. Tindakan silvikultur tradisional yang berkembang yaitu pengaturan ruang yang masih konvensional, penggunaan bahan tanaman masih berbasis generatif dan belum menggunakan varietas durian unggul. Pemeliharaan yang dilakukan sudah semi intensif khususnya dalam pemberian pupuk. Pengendalian hama olan-olan dilakukan dengan cara mekanik (cara penyumbatan) dan kimiawi (insektisida). Selain itu pemeliharaan tanaman durian tidak menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk memperbanyak bunga dan mempercepat pematangan buah. Sehingga buah durian mengalami proses pematangan yang alami.

Intensification of homegarden-based management is becoming important due to the decreasing productive land. One form of the intensification of homegarden with durian cultivation. This study aime to investigate silviculture design of durian that develop in homegarden at Salam Village and to investigate the traditional silviculture measurement in homegarden management of durian-based. This research was carried in the Salam Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The method used is purposive sampling method with requirement in homegarden there are at least 3 durian and already has production plants. The number of samples were observed by 30 homegardens. Census techniques are also used to determine vegetation in homegarden. The result show the silviculture design of durian in homegarden system finded at Salam Village is Trees Along Border, Alternate Rows, and Random mixture. The combination of its constituent components, namely durian-rambutan, durian-cocoa, and durian-sengon. Developing traditional silviculture is still the conventional space setting, the use of plant material is based generative and not using superior durian varieties. Maintenance is done already semi-intensive, especially in the application of fertilizers. Olan-olan pest controlled by mechanical technique (means blockage) and chemicals technique (insecticides). Furthermore durian plant maintenance do not use medicine that aim to increase the rate and speed up the ripening of fruit. So durian experience the natural maturation process.

Kata Kunci : Pekarangan, durian, silvikultur tradisional