Laporkan Masalah

Mengislamkan Kampus : Islamisme dan Aktivisme Mahasiswa di UGM dan UI Pasca Suharto

MOHAMMAD ZAKI ARROBI, Dr. M. Najib Azca

2014 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Studi ini bertujuan menjelaskan dinamika aktivisme mahasiswa Islam di kampus pasca-Suharto.Gelombang demokratisasi yang merobohkan rezim Orde Baru pada tahun 1998 memicu kebangkitan gerakan-gerakan Islamis di Indonesia. Di kampus, fenomena kebangkitan gerakan Islamis nampak dengan dominannya pengaruh gerakan Tarbiyah dalam aktivisme mahasiswa. Bagaimanapun studi-studi tentang gerakan Tarbiyah di kampus telah banyak dilakukan. Namun studi-studi yang telah ada mayoritas melihat gerakan Tarbiyah dari perspektif elit pimpinan gerakan/partai, sehingga cenderung memandang aktivisme Tarbiyah di kampus semata-mata sebagai yang statis dan monolitik. Studi ini berusaha menghadirkan narasi berbeda dari aktivis-aktivis muda Tarbiyah yang terlibat dalam pergulatan aktivisme mahasiswa di kampus. Fokus studi ini adalah aktivisme politik gerakan Tarbiyah di kampus pasca-Suharto. Dengan studi kasus pada aktivisme mahasiswa Islam pasca-Suharto di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). Studi ini menggunakan pendekatan integrasi gerakan sosial yang dirumuskan oleh Mc Adam, Zald dan Mc Carthy serta teori Islamisme dari Asef Bayat. Teknik pengumpulan data studi ini menggunakan metode wawancara mendalam (in-dept interview), observasi, dan studi literatur. Temuan dalam studi ini menunjukan bahwa kampus menjadi arena yang dikontestasikan oleh beragam aktor gerakan Islam di Indonesia. Baik di UGM maupun di UI, gerakan Tarbiyah menjadi aktor dominan dalam aktivisme mahasiswa. Gerakan Tarbiyah mendominasi kampus dengan jalan memobilisasi masa dalam kontestasi politik mahasiswa, membentuk komunitas-komunitas moral mahasiswa, dan mendorong bentuk-bentuk wacana dan praktik Islamisme di dalam kampus. Reproduksi gerakan Tarbiyah di kampus dilakukan dengan jalur organisasional. Gerakan Tarbiyah menjadi gerakan sosial yang paling berhasil dalam memikat para pemuda/I Muslim di dua kampus terbesar di Indonesia.

This study aims to explain the dynamic of Islamic student activism in Indonesia after new order. The collapse of new order regime in 1998 stimulate the rise of Islamist movement in Indonesia. In campus, the rise of Islamist movement show by the domination of Tarbiyah movement in student activism. However, there are many study about Tarbiyah movement has been done many times, but majority of these study see Tarbiyah movement from elite perspective, and tend to see Tarbiyah activism in campus merely as static history and monolithic. This study try to demonstrate an other narration from young activist Tarbiyah in campus. The focus of this study is political activism of Tarbiyah movement in campus after Suharto. This case study is Islamic student activism in Universitas Gadjah Mada (UGM) and Universitas Indonesia (UI). This study uses the integration approach in social movement theory which borrowed from Mc Adam, Zald and Mc Carthy, and the theory of Islamism from Asef Bayat. The procces of collecting data in this study uses in dept interview, observation, and literature study. The findings of this study show campus has become arena which various actor of Islamic movement contested. In UGM and UI, Tarbiyah movement become the dominant actor in student activism. Tarbiyah movement dominate campus with create student moral communities and boosted discourses and practices of Islamism in campus. The reproduction of Tarbiyah domination is operated with individual track and organizational track. The Tarbiyah movement become the most succesfull social movement in attract Muslim youth in two biggest campus in Indonesia.

Kata Kunci : Dinamika, Aktivisme Mahasiswa, Islamisme, Gerakan Tarbiyah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.