PERBANDINGAN NILAI MMSE LANSIA DAERAH PEDESAAN DENGAN PERKOTAAN BERDASARKAN STATUS PEKERJAAN DI YOGYAKARTA
ADRE DWI WIRATAMA, dr. Abdul Ghofir,Sp.S (K)
2014 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERIntisari Latar Belakang : Penelitian ini dilakukan dengan melihat proporsi lanjut usia (lansia) di Kota Yogyakarta saat tercatat 13,04 persen (2012) dari total penduduk Yogyakarta dan termasuk sebagai proporsi populasi lansia terbanyak di Indonesia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu yang tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia seseorang dan merupakan salah satu proses degeneratif. Peneliti ingin melihat pengaruh faktor lokasi dan status pekerjaan terhadap fungsi kognitif dalam bentuk nilai MMSE (Mini Mental State Examination) Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui perbandingan nilai kognitif lansia di daerah pedesaan dengan perkotaan di provinsi Yogyakarta serta hubungan nilai kognitif lansia dengan faktor lokasi dan status pekerjaan individu Metode : Desain studi yang digunakan adalah desain cross sectional. Data nilai MMSE individu diambil oleh tenaga spesialis saraf dan residen saraf RSUP dr. Sardjito di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan di daerah perkotaan dan pedesaan di provinsi Yogyakarta Hasil : dilakukan 4 uji analisis univariat chi-square pada 72 sampel yang didapat di masing-masing 4 puskesmas di daerah kota dan desa di provinsi Yogyakarta dengan membandingkan masing-masing kategori yaitu lokasi (p = 1,000) , status pekerjaan (p = 0,462) , kelompok Kota [bekerja vs tidak bekerja](p = 0,407), kelompok Desa [bekerja vs tidak bekerja](p = 1,000), kelompok bekerja [Kota vs Desa] (p = 1,000) dan tidak bekerja [Kota vs Desa] (p = 0,747). Hasil analisis univariat dinyatakan tidak signifikan di semua kategori. Kesimpulan : tidak ada hubungan antara variabel lokasi dan status pekerjaan terhadap fungsi kognitif
Background : this research is done for the purpose of knowing prevalence of the cognitive score in elderly people at Yogyakarta province that known to have the highest proportion of elderly population in Indonesia (13,04%) . Cognitive decline is one of syndrome that will progress along with increasing age. It is included as one of degenerative syndrome of aging in a person. Researcher try to see the connection of locationof living and employment status of a person with cognitive status in MMSE (Mini Mental State Examination) score. Purpose of Study : this research is aimed to know the comparison of cognitive score in elderly people living in rural and urban residence in Yogyakarta Province along with connection in employment status of elderly people. Methode of Research : Study design is cross sectional. MMSE score is taken by doctor specialist in neurology and doctor who still in the middle of taking profession specialist in neurology speciality at Sardjito. Results : we got 72 sample of MMSE score in each 4 health care centre in Rural and Urban area in Yogyakarta province and thus we compare each category from Location (p = 1,000), employment status [employed vs unemployed] (p = 0,462), urban group [employed vs unemployed](p = 0,407), rural group [employed vs unemployed](p = 1,000), employed group [Urban vs Rural] (p = 1,000) and unemployed group [Urban vs Rural] (p = 0,747). All univariate analysis result insignificant in all variable . . Conclusion : no connection in location and employment status with cognitive function
Kata Kunci : MMSE, desa, kota, fungsi kognitif, status pekerjaan, kognitif, lansia, Yogyakarta