Pemetaan Perubahan Lahan Pertanian Ke Lahan Non Pertanian Di Kecamatan Banguntapan Tahun 2007-2014
HERI YUSMAN, Ir. Prijono Nugroho M.S.P., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESITanah memiliki banyak fungsi diantaranya adalah sebagai tempat mendirikan rumah, sebagai sumber pencaharian ekonomi, sebagai lahan pertanian dan banyak lagi manfaat lainnya. Tekanan penduduk terhadap lahan terutama di sektor pertanian merupakan masalah tekanan terhadap lingkungan yang paling kritis. Masalah yang muncul ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan pangan. Apabila pertumbuhan penduduk tidak dapat dikendalikan dan laju pertumbuhan ekonomi tidak dapat ditingkatkan, maka akan terjadi kekurangan persediaan pangan. Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk menentukan perubahan luas penggunaan lahan pertanian ke lahan non pertanian. Pengumpulan data meliputi data spasial dan data atribut yang digunakan dalam penelitian pemetaan perubahan lahan pertanian ke lahan non pertanian kecamatan Banguntapan. Data sumber yang dikumpulkan yaitu : citra Quickbird kecamatan Banguntapan tahun 2007 dan tahun 2014, data spasial dari BPN Bantul dengan format dwg. Di Kecamatan Banguntapan selama tahun 2007 sampai dengan 2014 terjadi perubahan penggunaan lahan yang di sebabkan dari alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian (sawah menjadi non sawah) sebesar 2,609899 km2. Perubahan luas lahan sawah terbesar adalah Desa Tamanan sebesar 0,758133 km2. Perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke non pertanian sudah sesuai dengan dengan kebijakan tata ruang wilayah.
Land has many functions such as a place to build the house, as a source of economic income, as agricultural land and many other benefits. Population pressure on land, especially in the agricultural sector is a critical factor of environmental pressures. It is due to the population growth rate is higher than the food supply. If the population growth can not be controlled and the rate of economic growth can not be improved, there will be a shortage of food supplies. Therefore the study was conducted to determine the broad changes agricultural land use to non-agricultural land use. In this reseach, data collection includes spatial and atribute data of agricultural land in Kecamatan Banguntapan. Two types of data sources are: Quickbird imagery of Banguntapan subdistricts recorded in 2007 and 2014, the spatial data of the boudary administration from BPN Bantul in dwg format. In kecamatan Banguntapan from 2007 to 2014 land use changes were caused by the conversion of agricultural land into non-agricultural around 2.609899 km2. The biggest Changes is in the village of Tamanan 0.758133 km2. Changes in land use from agriculture to non-agriculture is in conformity with the regional spatial policy.
Kata Kunci : Kata kunci : Tanah, Lahan Pertanian, Lahan Non Pertanian/Keywords : Land, Agricultural land, Non Agricultural land