Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi :: Studi Kasus Pada Sekretatiat Daerah Kota Palangka Raya
HARTANI, Sipliansyah, Dr. Agus Dwiyanto
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikMaraknya tuntutan masyarakat akan reformasi menjadikan perubahan yang cukup mendasar pada pola sistem penyelenggaraan pemerintahan, perubahanperubahan yang begitu cepat sangat sulit dimengerti, tak pemah terprediksikan dan tampak saling terkait dengan banyak faktor. Masyarakat maupun berbagai bentuk organisasi dihadapkan pada serangkaian tantangan yang mengancam keberlangsungan hidupnya, agar tetap dapat bertahan dan mampu mencapai tujuan maka organisasi, termasuk organisasi pemerintah dituntut untuk berfikir dan bertindak makin strategis. Organisasi pemerintah sebagai pelayan publii hams mereformasi cara-cara berfikir dan bertindaknya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan kepentingan para stakeholder maupun masyarakat yang dilayaninya. Agar misi keberadaannya dapat terwujud maka rencana-rencana kegiatan organisasi pemerintah, termasuk Sekretariat Daerah hams disusun secara strategis dengan memanfaatkan seluruh kekuatan dan memperbaiki kelemahan-kelemahan internalnya untuk memanfaatkan berbagai peluang dan menghindari ancaman-ancaman yang muncul dilingkungan ekstemalnya. Dari penelusuran mandat dan misi Organisasi Sekretariat Daerah Kota Palangkaraya serta analisis SWOT yang disertai tes litmus diperoleh 12 isu strategis antara lain : 1) Bagaimana memanfaatkan komitmen Walikota; 2) Bagaimana memanfaatkan kelembagaan; 3) Bagaimana memanfaatkan dukungan anggaran; 4) Bagaimana memanfaatkan proses perencanaan; 5) Bagaimana memanfaatkan proses pengorganisasian; 6) Bagaimana meningkatkan profesionaliime pegawai; 7) Bagaimana membenahi sistem penempatan pegawai; 8) Bagaimana membenahi budaya negatif organisasi; 9) Bagaimana melembagakan nilai-nilai kineja yang responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas; 10) Bagaimana meningkatjran proses koordinasi; 11) Bagaimana meningkatkan proses pengawasan; dan 12) Bagaimana meningkatkan proses evalusasi. Dalam kondisi seperti itu maka isu strategis yang harus dijawab adalah: bagaimana memanfaatkan secara optimal kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan bagaimana memperbaiki dan mereduksi kelamahan-kelamahan yang ada agar peluang-peluang itu dapat dimanfaatkan dan ancaman dapat dihindari sehingga misi dapat tercapai. Adapun strategi yang ditempuh untuk menjawab dan merespon isu strategis tersebut adalah : 1) Strategi Manajeman Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan yang mampu meningkatkan profesionalisme pegawai dan penempatan pegawai secara proporsional berdasar merit system ; 2) Strategi Pelembagaan Kultur Kinetja Organisasi yang mampu mengakomodasikan role conflict ; 3) Strategi Perencanaan dan Anggaran yang responsif dan mission oriented; 4) Strategi Pengorganisasian dan Koordinasi yang bertumpu pada desentralisasi ; 5) Strategi Pengawasan dan Evaluasi yang komprehensif dan kritis. Berhasil tidaknya strategi tersebut sangat tergantung pada kemampuan para pengambil kebijakan untuk mengenali segenap faktor penunjang atau penghambat kinerja organisasi, mengingat strategi tersebut tidak kedap terhadap masalah sebagai konsekuensi logis dari strategi yang ditempuh.
The increasing of people demand on reformation has basically change the pattern of government administration system, these changes so fast which hard to understand, never been predicted and looks like interconnected with many factors. People or evey kind of organization have faced on series challenge which threatening their continuity of life, including governmental organizations had demand to think and act more strategic. Governmental organizations as public serving have to reform the way they think and act to anticipate interest changes of stakeholder or people their served. In order to implement their mission existence then activity plans of governmental organization, including Regional secretariat have to be arranged strategically using all forces and fiing internal weaknesses to use vey opportunities and avoid threaten that occure in their external environment. From mandate tracing and mission of City Region Secretariat Organization of Palangkaraya and SWOT analyisis which along with litmus test be obtained 12 strategic issues that is : 1) How to use Major commitment; 2) How to get benefit from institution; 3) How to use budget support; 4) How to get benefit from planning process; 5) How to use organizing process; 6) How to increase officer professionalism; 7) How to fix officer replacement system; 8) How to fix organization negatif culture; 9) How to accustomed the performance value which responsivity, responsibility, and accuntability; 10) How to increase coordination; 11) How to increase supervising process; and 12) How to increase evaluation process. In such condition then strategic issues that have to respond are : How to use optimally forces which have been obtained and How to fix and cut off any weaknesses in order to that opportunties could be benefit and threat could be avoided until mission acomplished. There are strategies which have to passed to answer and respond those strategic issues that is : 1) Human Resource and Institution Management Strategy which capable to enhance officer professionalism and replacement proportionally base on merit system; 2) Strategy of Accustoming Culture Performance Organization which capable to accomodate role conflid; 3) Strategy of Responsive Planning and Budget and mission oriented; 4) Strategy of Organizing and Coordination which is pointed on desentralization; 5) Strategy of Supervising and Evaluation which is comprehensive and critical. The success of those strategies or not are extremely depend on capability of decision makers to recognise all supporting or obstructing organizational performance factors, considering those strategies not problem free as a logical consequences from choosen strategic.
Kata Kunci : Kinerja Organisasi,Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya,Strategi Peningkatan