Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN BERULANG EKSTRAK ETANOLIK KULIT BATANG KRANGEAN (Litsea cubeba Pers.) TERHADAP EFEK APRODISIAKA PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR

BOBY RIZAL TANTOMI, PROF. Dr. SUWIDJIYO PRAMONO DEA., Apt.; Dr. IKA PUSPITA SARI M.SI., Apt

2015 | Skripsi | S1 FARMASI

Adanya gangguan disfungsi seksual membuat salah satu pasangan tidak terpuaskan sehingga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Penggunaan obat-obat sintetik peningkat gairah seksual (Aprodisiaka) yang semakin marak dapat memicu efek samping yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya. Krangean (Litsea cubeba Pers.) yang memiliki kandungan saponin, flavonoida, minyak atsiri dan tanin telah digunakan secara empiris oleh beberapa masyarakat jawa untuk meningkatkan gairah seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitasnya dengan hewan uji dilanjutkan pemeriksaan terhadap kuantitas spermatozoa dan pengaruhnya terhadap organ reproduksi. Dalam penelitian ini menggunakan bahan uji yaitu ekstrak etanolik serbuk kulit batang krangean. Hewan uji dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok yang dipejani suspensi ekstrak etanolik kulit batang krangean (500mg/kg BB), kontrol positif yang dipejani suspensi ekstrak etanolik cabe jawa (500 mg/kg BB) dan kontrol negatif yang dipejani suspensi Na-CMC 1%. Pemejanan dilakukan secara oral selama 33 hari. Parameter aktivitas seksual yang diamati adalah frekuensi introduction, climbing, dan coitus yang dianalisis dengan memplotkan grafik hubungan antara waktu dengan frekuensi, lalu dihitung AUC setiap kelompok dan diuji statistik dengan ANAVA satu arah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari grafik rata-rata aktivitas seksual pada introducing, climbing dan coitus menunjukkan adanya peningkatan frekuensi efek yang lebih besar dibanding kontrol negatif namun lebih kecil dibanding kontrol positif. Dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan bahan uji dengan kontrol positif, dan kontrol negatif dalam meningkatkan frekuensi introduction dan climbing. Bahan uji tidak memiliki efek terhadap peningkatan parameter coitus karena berbeda bermakna dengan kontrol positif. Pemberian berulang ekstrak etanolik kulit batang krangean tidak berpengaruh terhadap kuantitas spermatozoa, kualitas spermatozoa, dan organ reproduksi.

Adanya gangguan disfungsi seksual membuat salah satu pasangan tidak terpuaskan sehingga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Penggunaan obat-obat sintetik peningkat gairah seksual (Aprodisiaka) yang semakin marak dapat memicu efek samping yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya. Krangean (Litsea cubeba Pers.) yang memiliki kandungan saponin, flavonoida, minyak atsiri dan tanin telah digunakan secara empiris oleh beberapa masyarakat jawa untuk meningkatkan gairah seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitasnya dengan hewan uji dilanjutkan pemeriksaan terhadap kuantitas spermatozoa dan pengaruhnya terhadap organ reproduksi. Dalam penelitian ini menggunakan bahan uji yaitu ekstrak etanolik serbuk kulit batang krangean. Hewan uji dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok yang dipejani suspensi ekstrak etanolik kulit batang krangean (500mg/kg BB), kontrol positif yang dipejani suspensi ekstrak etanolik cabe jawa (500 mg/kg BB) dan kontrol negatif yang dipejani suspensi Na-CMC 1%. Pemejanan dilakukan secara oral selama 33 hari. Parameter aktivitas seksual yang diamati adalah frekuensi introduction, climbing, dan coitus yang dianalisis dengan memplotkan grafik hubungan antara waktu dengan frekuensi, lalu dihitung AUC setiap kelompok dan diuji statistik dengan ANAVA satu arah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari grafik rata-rata aktivitas seksual pada introducing, climbing dan coitus menunjukkan adanya peningkatan frekuensi efek yang lebih besar dibanding kontrol negatif namun lebih kecil dibanding kontrol positif. Dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan bahan uji dengan kontrol positif, dan kontrol negatif dalam meningkatkan frekuensi introduction dan climbing. Bahan uji tidak memiliki efek terhadap peningkatan parameter coitus karena berbeda bermakna dengan kontrol positif. Pemberian berulang ekstrak etanolik kulit batang krangean tidak berpengaruh terhadap kuantitas spermatozoa, kualitas spermatozoa, dan organ reproduksi.

Kata Kunci : Simplisia Kulit Batang Krangean (Litsea cubeba (Pers.)) , Disfungsi Seksual, Ekstrak Etanolik, Introduction, Climbing, dan Coitus

  1. S1-2015-284814-abstract.pdf