Laporkan Masalah

Peran Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman

MAHARANI CANDRA RUKMI, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si

2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Selain untuk menekan laju pertumbuhan penduduk,Program KB (Keluarga Berencana) juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. UPPKS atau Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga sejahtera merupakan turunan dari program KB. UPPKS adalah sarana untuk meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga peserta program KB. Melalui program UPPKS, pemerintah memberikan bantuan penguatan modal yang bersifat pinjaman kepada masyarakat tersebut. Dengan pinjaman tersebut harapannya masyarakat penerima bantuan dapat menggunakan untuk menciptakan usaha baru maupun memperbesar modal atas usaha yang dimilikinya agar kesejahterannya meningkat. Bagi wilayah dengan tingkat kesertaan KB yang masih rendah, UPPKS juga memiliki daya ungkit terhadap masyarakat untuk meningkatkan kesertaan dalam program KB. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diinstruksikan untuk membuat kelompok kemudian mengajukan proposal untuk memperoleh dana penguatan modal dari pemerintah. Untuk selanjutnya, dana yang sudah diterima dapat dikelola sesuai kesepakatan kelompok. Namun kelompok wajib membayarkan pinjaman dalam bentuk angsuran rutin kepada pemerintah melalui Bank yang sudah ditentukan. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan UPPKS juga dilandasi oleh adanya modal sosial yang baik. Modal sosial terdiri dari berbagai unsur seperti kepercayaan, jaringan sosial, maupun norma. Kepercayaan sendiri mencakup kekeluargaan, solidaritas, dan tanggungjawab. Sedangkan Jaringan sosial berwujud seperti organisasi atau perkumpulan. Dan norma merupakan tatanan nilai dan budaya yang merupakan pola kegiatan masyarakat sehari-hari. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran modal sosial terhadap perkembangan usaha yang dimiliki oleh kelompok usaha yang beranggotakan peserta KB dan pengusaha ekonomi produktif di Desa Sendangtirto yang tergabung dalam UPPKS terkait penggunaan bantuan dana penguatan modal dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan informasi secara mendalam tentang subjek dan objek penelitian, yang bertujuan untuk mendeskripsikan peran modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat melalui UPPKS. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan pemerintah Kabupaten Sleman, PLKB Kecamatan Berbah, kelompok UPPKS Desa Sendangtirto, observasi lapangan, serta dokumentasi data tertulis seperti profil UPPKS, dokumen pemerintahan, foto-foto di lapangan, dan dokumen lain yang berhubungan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang berasal dari budaya sehari-hari masyarakat Sendangtirto memiliki peran dalam kemajuan kelompok UPPKS. Sebab masyarakat yang tergabung dalam kelompok UPPKS didasari oleh solidaritas, kebudayaan, serta kewargaan yang memunculkan nilai, norma, sikap gotong royong. Kelompok yang berhasil mendapatkan beberapa kali pinjaman adalah kelompok yang modal sosialnya lebih kuat, yakni yang anggotanya lebih aktif, mandiri, dan berprinsip sih kinasihan atau kekeluargaan dan solidaritas tinggi. Kelompok yang masih berjalan namun belum mengalami kemajuan yang signifikan adalah kelompok yang kurang memiliki rasa solidaritas. Sedangkan kelompok yang ditemukan gagal adalah kelompok yang tidak berhasil mengembalikan secara penuh pinjaman penguatan modal yang telah diberikan, karena kelompok tersebut tidak membangun rasa solidaritas dan kepedulian secara baik dalam melaksanakan kegiatan UPPKS. Oleh karena itu hendaknya pemerintah lebih memotivasi masyarakat dalam meningkatkan modal sosial, serta meningkatkan kepeduliannya untuk melakukan pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap kelompok UPPKS tersebut. Kata kunci: Pelaksanaan UPPKS, modal sosial, penguatan modal

Birth Control Program (KB) is promoted to control the population growth. Besides, it is also to increase the prosperity of Indonesian society. UPPKS or an effort to increase the income of welfare family is a derivative of KB program. UPPKS is a tool to increase prosperity for families that participate in Birth Control Program (KB). Through UPPKS program, the government assists the society by lending them money as the capital for their business. The goal of the government program itself is to help the society to increase their income and prosperity by creating a business from the capital that is given by the government. In some areas, there are few families that participate Birth Control Program (KB). In this case, UPPKS has a program to persuade the families to participate in Birth Control Program (KB). In the process, the society is divided into several groups, then make a proposal to ask money from the government as the capital of their business. The next step after receiving the money, each group has rights to decide how to use that money to start a new business to increase their income. Yet, each group has a duty to pay back the money to the government which will be paid monthly through a certain bank. The success of UPPKS program is basically because of good social capital. Social capital includes several aspects such as belief, social interaction, and norm. Belief itself includes confidence in the scope of family, solidarity, and responsibility. Social interaction itself is like an organization. The last, Norm is rule that is used to define appropriate and inappropriate values, beliefs, attitudes, and behaviors in daily life. Therefore, the goal of this research is to know the social capital role for the business growth that is owned by the society, especially KB participants in Sendangtirto Village that is merged with UPPKS money assistance program which is sponsored by the government of Sleman Regency. This research uses qualitative descriptive method. The researcher uses field observations to collect data and further information about the research subject and object. The goal of field observations itself is to describe the role of social capital in society empowerment through UPPKS program. The researcher conducted an interview to the government of Sleman Regency, PLKB Berbah Sub-district, UPPKS group at Sendangtirto Village to collect the data. Besides, the researcher also uses filed observations, written documentation like UPPKS profile, government documents, photos, and other documents related to the topic of this research. The result of this research shows that social capital which is from the daily life in the society of Sendangtirto Village has a role in the growth of UPPKS program. It is because the participants of UPPKS program has solidarity, culture, and social interaction which bears value, norm, and assistance to each other. The groups that succeed are the groups that have a strong social capital. The members of the group itself must be active, independent, have good solidarity, and help each other. The government will easier to lend money again to these groups for the next periods. However, the groups that do not show the significant growth or stagnant in running the business are the group that lack of solidarity. The last, the groups that fail are the group that cannot pay back the money to the government. It is because they do not build the solidarity and care within members in the group of UPPKS program. Therefore, the government should motivate and support the society to increase their social interaction to have a strong social capital and take care of the society in the process of UPPKS program. Keywords: UPPKS program, social capital, reinforcement of capital

Kata Kunci : UPPKS program, social capital, reinforcement of capital

  1. S1-2015-299241-abstract.pdf  
  2. S1-2015-299241-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-299241-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-299241-title.pdf