Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Air Minum Terhadap Thermoregulatory Responses Pada Aktivitas Fisik

ANGGIT SASMITA AJI, I. G. B. Budi Dharma S.T., M.Eng., Ph.D

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Keseimbangan cairan tubuh harus selalu dijaga agar tetap seimbang dan tubuh tetap berfungsi dengan baik. Keseimbangan cairan ini dapat dipertahankan dengan menyesuaikan cairan tubuh yang masuk dengan cairan tubuh yang keluar, khususnya melalui keringat saat melakukan aktivitas. Apabila cairan yang keluar tidak segera diganti maka seseorang bisa mengalami dehidrasi, yang dapat mengganggu fungsi fisiologis tubuh termasuk sistem termoregulasi yang mengatur bagian termal tubuh. Penelitian mengenai pengaruh asupan air minum terhadap thermoregulatory responses sudah banyak dilakukan di daerah eropa, amerika, dan asia yang merupakan daerah beriklim sedang dan subtropis, sedangkan penelitian untuk daerah beriklim tropis masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola dan volume asupan air minum terhadap thermoregulatory responses dan keseimbangan termal pada aktivitas fisik bagi orang daerah tropis. Sebanyak 10 responden mahasiswa laki-laki dengan usia 21-23 tahun mengikuti eksperimen dengan berlari menggunakan treadmill berkecepatan 70% HRmax yang telah diukur sebelumnya. Penelitian ini berlangsung dengan 3x20 menit aktivitas lari selama total 110 menit eksperimen dengan dengan variabel yang diukur adalah HR, Tty, Tsk, dan subjective perception scales. Terdapat 3 perlakuan bagi setiap responden yaitu kondisi tanpa asupan air minum (KON), kondisi asupan air minum tetap 250 mL setiap fase recovery (FIX), dan kondisi asupan air minum sesuai kebutuhan responden sampai subjek merasa cukup terhidrasi (VAR). Pengujian dengan metode Two-Way Repeated Measure Analysis of Variances (RM-ANOVA) menunjukkan perbedaan yang signifikan antar waktu pengukuran (p<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kondisi (p>0,05) maupun interaksi antara waktu dan kondisi (p>0,05) pada semua parameter kecuali sensasi haus yang memiliki perbedaan yang signifikan antar waktu pengukuran(p<0,05), kondisi (p<0,05) maupun interaksi antara interaksi waktu dan kondisi (p<0,05). Hidrasi hanya digunakan untuk mencukupi sensasi haus yang dirasakan tanpa adanya pengaruh pada thermoregulatory responses dan kesetimbangan termal.

Body fluid balance should be maintained to keep the body works properly. It can be mainatained by adjusting body fluid intake and output, especially through sweat during physical activity. Dehydration occurs when body fluid balance fails to achieve, that interfere body thermoregulatory system. There have been studies in investigating the relationship between water intake and thermoregulatory responses but less study have investigated water intake effects on thermoregulatory responses in tropical natives. This study aims to investigate the effects of pattern and volume water on thermoregulatory responses and thermal balance during physically activity for tropical navites. Ten male students (age 21-23 years old) participated in this study by exercise on the treadmill at speed 70% of predetermined HRmax. Participants run on treadmill for 3x20 minutes which to measure HR, Tty, Tsk, and subjective perception scales variables. There are 3 conditions for each participant: 1) no fluid (KON), 2) 240 mL water water intake each recovery (FIX), 3) water intake according to participants till adequately hydrated (VAR). Result of Two-Way Repeated Measure Analysis of Variances (RM-ANOVA) showed that there is significant difference at measuring time (p<0,05), but there aren’t significant differences at the condition and between the time and the condition for each parameters, except the sensation of thrist that has significant difference for each condition (p<0,05) and interaction between time vs condition (p<0,05). Hidration only used to fill the need of thirst sensation, but didn’t affect on themoregulatory responses and thermal balance.

Kata Kunci : asupan air, cairan tubuh, dehidrasi, pola minum, termoregulasi, thermoregulatory responses, volume air minum