Kualitas dan Kecernaan In Vitro Silase Hijauan Jagung dengan Penambahan Tiga Varietas dan Level Jerami Kacang Hijau
WIDYASIH DWI PANGEST, Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kecernaan nutrien silase secara in vitro hijauan jagung dan 3 varietas jerami kacang hijau 3. Materi penelitian yang digunakan adalah hijauan jagung umur panen 54 hari dan jerami kacang hijau umur panen 60 hari dari kebun penelitian Laboratorium Ilmu Hijauan Makanan Ternak dan Pastura, Bagian Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Terdapat 3 level pada panambahan jerami kacang hijau pada silase hijauan jagung yaitu 0%, 30%, dan 50% lalu ensilase selama 21 hari. Data dianalisis variansi menurut Rancangan Acak Lengkap pola tersarang, perbedaan antar rata-rata dilakukan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Silase hijauan jagung dengan penambahan jerami kacang hijau yang berbeda varietas dan level memiliki kesamaan pada kualitas fisik (berwarna hijau kecoklatan, berbau asam, tidak meggumpal, dan tidak berjamur) dan derajat keasaman. Silase memiliki kadar BK dan BO yang berbeda terhadap tingkat levelnya. Pada KcBK dan KcBO memiliki nilai yang berbeda yang nyata (P<0,05). Silase memiliki KcBK dan KcBO yang lebih besar pada varietas Jogja dan Kenari dibanding varietas Vima-1. Silase memiliki KcBK dan KcBO yang lebih besar pada penambahan jerami kacang hijau level 30% dan 50% dibanding level 0%.
The aimed of the research was to determine the quality and the digestibilities in vitro of corn silage by various levels of Vigna radiata straw. The material used were corn forage harvesting hay 54 days and Vigna radiata with a 60-day harvesting from the garden Animal Feed Science and Pasture Forage, Part of Nutrition and Feed, Faculty of Animal Husbandry, University of Gadjah Mada. There were three levels of Vigna radiata straw i.e. 0, 30 and 50% of corn silage (dry matter basis) then fermented for 21 days. Data were analyzed using variance analysis of nested design and continued by Duncan's multiple range test (DMRT). The result showed not significant in quality (silage had greeny-brown color, rough texture, acidic odor and no fungus had been found), pH, DM and OM of corn forage silage. The silage has DM and OM the real affect to level. The corn forage silage has digestibilities the real affect (P<0.05) on the varieties and levels of addition of Vigna radiata straw. Silage with addition of varietas Jogja and Kenari has digestibilities high than varietas Vima-1. The addition 30% and 50% of Vigna radiata straw waste mixture in silage resulted digestibilities high than 0%.
Kata Kunci : Silase, Hijauan jagung, Jerami kacang hijau, Kecernaan